<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>REPRESENTASI KONFLIK CINTA BEDA AGAMA DALAM&#13;
FILM KOMANG</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Divania Sofie Maylina</mods:namePart><mods:namePart type="family">Putri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Film sebagai media komunikasi massa memiliki peran strategis dalam&#13;
membentuk dan merepresentasikan realitas sosial, termasuk isu hubungan&#13;
romantis beda agama yang masih dipandang sensitif dalam masyarakat Indonesia.&#13;
Film Komang menarasikan relasi cinta lintas agama yang berhadapan dengan&#13;
perbedaan keyakinan, tekanan keluarga, serta dominasi adat dan tradisi, sehingga&#13;
penelitian ini berfokus pada analisis representasi konflik cinta beda agama dalam&#13;
film tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode&#13;
semiotika Ferdinand de Saussure, dengan sepuluh scene sebagai unit analisis,&#13;
serta memanfaatkan teori konflik Morton Deutsch (1973) untuk mengidentifikasi&#13;
bentuk-bentuk konflik dan teori representasi Stuart Hall melalui konsep&#13;
encoding/decoding untuk menginterpretasikan makna. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa konflik nilai, tujuan, persepsi, hubungan, perilaku, dan&#13;
kepentingan dikonstruksi sebagai persoalan yang berlapis dan struktural, bukan&#13;
sekadar konflik emosional personal, melainkan benturan antara otonomi individu&#13;
dan norma religius-kultural yang memiliki legitimasi sosial kuat. Representasi&#13;
tersebut tampak melalui dominasi otoritas keluarga, jarak emosional, gangguan&#13;
komunikasi, serta pertentangan antara aspirasi personal dan tanggung jawab&#13;
kolektif, sehingga film ini memposisikan cinta beda agama sebagai arena&#13;
negosiasi yang tidak seimbang antara modernitas dan tradisi dalam konteks&#13;
masyarakat multikultural Indonesia.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>