<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>REPRESENTASI FATHERLESS DALAM FILM PERAYAAN MATI RASA  &#13;
(ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Alexsander</mods:namePart><mods:namePart type="family">Geno</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Film tidak hanya sebagai sebuah hiburan, melainkan mampu membentuk&#13;
suatu konstruksi sosial yang di dalamnya terkandung ideologi hingga permasalahan&#13;
sosial lainnya yang terjadi di masyarakat. Fatherless menjadi suatu masalah sosial&#13;
yang sering terjadi di masyarakat, karena hilangnya peran seorang ayah terhadap&#13;
anaknya sehingga hal ini sering kali dikaitkan dengan berbagai peran serta dominasi&#13;
laki-laki dalam budaya patriarki. Dalam film Perayaan Mati Rasa (2025) peneliti&#13;
tertarik untuk mengkaji secara mendalam bagaimana hubungan komunikasi&#13;
interpersonal dalam keluarga khususnya antara ayah dan anak. Sebagai tokoh&#13;
seorang anak, Ian Antono mampu membawa penonton untuk bisa merasakan &#13;
bagaimana seorang anak yang memiliki komunikasi yang buruk diantara dirinya &#13;
dan sang ayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi Fatherless&#13;
dalam film Perayaan Mati Rasa (2025) dengan menggunakan metode kualitatif&#13;
deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes, yang mampu mencakup suatu&#13;
makna denotasi, konotasi, dan mitos. Data yang diperoleh dengan melalui&#13;
observasi, dokumentasi, serta studi pustaka pada setiap adegan yang menunjukan&#13;
bagaimana komunikasi interpersonal mampu membentuk fenomena sosial yaitu&#13;
fatherless sehingga representasi ini memunculkan mitos bahwa hubungan&#13;
komunikasi seorang ayah dekat dengan anak perempuan, dan seorang ibu dekat&#13;
dengan anak laki-laki yang sering didenagr disekitar masyarakat.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-18</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>