%I Universitas AMIKOM Yogyakarta %T PERAN KOMUNIKASI KELUARGA TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA (FENOMENA TOXIC PARENTS) %A Muhtarol Anam %L universitasamikomyogyakarta32478 %D 2025 %K komunikasi keluarga, toxic parents, kesehatan mental remaja, fenomenologi, family communication, adolescent mental health, phenomenology. %X Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran komunikasi keluarga dengan karakteristik toxic parents terhadap kesehatan mental remaja usia 17–21 tahun di Kabupaten Kebumen. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya pola komunikasi keluarga yang cenderung menekan, minim empati, dan kurang memberikan ruang dialog bagi remaja, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan remaja dan orang tua yang memiliki pengalaman langsung terkait pola komunikasi keluarga. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi dalam keluarga informan cenderung bersifat satu arah, didominasi oleh gaya komunikasi agresif dan non-asertif, seperti nada bicara keras, kebiasaan membandingkan anak dengan orang lain, serta minimnya ruang untuk mengekspresikan perasaan. Kondisi tersebut berdampak pada munculnya tekanan emosional, kecemasan, kesepian, gangguan tidur, dan kecenderungan menarik diri pada remaja. Perbedaan cara pandang antara orang tua dan anak mengenai makna komunikasi juga menjadi faktor yang memperkuat ketegangan dalam hubungan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas dan gaya komunikasi keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk membangun komunikasi keluarga yang lebih terbuka, empatik, dan dua arah agar kebutuhan emosional remaja dapat terpenuhi dengan baik.