<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NON REGULER - SKEMA ARTIST} PENDEKATAN CRITICAL MULTIKULTURALISM&#13;
DALAM PENCIPATAAN FILM DOKUMENTER &#13;
“THE UNTOLD STORY OF SAPTA DARMA”</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Emmie</mods:namePart><mods:namePart type="family">Listiana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip jurnalisme&#13;
keberagaman dalam film dokumenter “The Untold Story of Sapta Darma”. Film ini&#13;
mengangkat realitas kehidupan komunitas penghayat kepercayaan Sapta Darma,&#13;
khususnya dalam memperjuangkan akses pendidikan yang setara di Daerah&#13;
Istimewa Yogyakarta. Fokus penelitian ini adalah pada strategi visual, teknik&#13;
wawancara, serta penyusunan narasi dalam merepresentasikan kelompok minoritas&#13;
secara adil dan etis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan&#13;
metode analisis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi terhadap film, analisis&#13;
naskah, serta studi pustaka yang berkaitan dengan jurnalisme keberagaman.&#13;
Analisis dilakukan dengan mengkaji adegan-adegan kunci yang merepresentasikan&#13;
prinsip partisipasi, non-diskriminasi, keadilan representasi, penghormatan identitas,&#13;
dan tanggung jawab sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film “The Untold&#13;
Story of Sapta Darma” telah menerapkan prinsip-prinsip jurnalisme keberagaman&#13;
secara konsisten. Hal tersebut terlihat dari pemberian ruang suara kepada subjek&#13;
melalui wawancara langsung, penggunaan visual yang natural dalam merekam&#13;
aktivitas spiritual, penyajian pengalaman sensitif secara proporsional, serta&#13;
pengungkapan persoalan struktural dalam sistem pendidikan. Sutradara berperan&#13;
sebagai fasilitator yang memberi ruang bagi subjek untuk membangun narasi&#13;
mereka sendiri. Dengan demikian, film ini tidak hanya berfungsi sebagai media&#13;
dokumentasi, tetapi juga sebagai sarana advokasi sosial. Film “The Untold Story of&#13;
Sapta Darma” mampu membangun empati publik, meningkatkan kesadaran&#13;
terhadap isu keberagaman, serta mendorong terciptanya representasi media yang&#13;
lebih inklusif terhadap kelompok minoritas.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>