<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>[JALUR NON REGULER - SKEMA ARTIST} PENERAPAN TEKNIK EDITING DALAM MEMBANGUN &#13;
ALUR EMOSI FILM DOKUMENTER  &#13;
“JOGJA: ANTARA ROMANTISME DAN REALITA”</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Brahma Tirta</mods:namePart><mods:namePart type="family">Armyntazwani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Yogyakarta kerap direpresentasikan sebagai kota yang romantis, ramah, dan ideal bagi &#13;
mahasiswa serta pekerja muda. Di balik citra tersebut, terdapat realitas sosial-ekonomi yang&#13;
lebih kompleks seperti meningkatnya biaya hidup, ketidakstabilan pekerjaan, dan tekanan&#13;
kehidupan urban. Kontradiksi antara romantisme dan realita ini menjadi landasan penciptaan&#13;
film dokumenter “Jogja: Antara Romantisme dan Realita”. Skripsi penciptaan karya ini&#13;
bertujuan menganalisis penerapan teknik editing dalam membangun alur emosi penonton untuk&#13;
merepresentasikan dualitas citra Yogyakarta tersebut. Metode yang digunakan adalah&#13;
pendekatan penciptaan karya film dokumenter observatif, didukung oleh riset pra-produksi&#13;
berupa studi literatur, observasi visual kota, dan wawancara narasumber dari kalangan&#13;
mahasiswa perantau, pekerja muda, dan akademisi. Proses editing menerapkan teori montase&#13;
Sergei Eisenstein yang meliputi metric, rhythmic, tonal, dan intellectual. Teknik editing&#13;
diwujudkan melalui pengaturan durasi shot, pacing, transisi, dan tonal grading untuk&#13;
membangun perjalanan emosi penonton dari suasana romantis menuju kesadaran kritis atas&#13;
realitas sosial. Hasil penciptaan karya menunjukkan bahwa keputusan editing berperan&#13;
signifikan dalam membentuk kontinuitas emosi dan memperkuat pesan sosial film. Film&#13;
dokumenter berdurasi 14 menit 55 detik ini tidak hanya menyajikan realitas secara faktual&#13;
tetapi juga menghadirkan pengalaman emosional yang reflektif sehingga mampu mengajak&#13;
penonton memahami Yogyakarta sebagai ruang hidup dengan dualitas antara romantisme dan&#13;
tantangan kehidupan sosial</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-12-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>