<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NON REGULER - INTERNSHIP} TATA KELOLA KEHUMASAN DALAM MEMPRODUKSI KONTEN&#13;
ISTANA KEPRESIDENAN YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sayu Farrah</mods:namePart><mods:namePart type="family">Bisawamila</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Produksi konten dalam praktik kehumasan pemerintah merupakan bagian penting&#13;
dari pengelolaan komunikasi publik, khususnya melalui pemanfaatan media sosial&#13;
sebagai sarana publikasi kegiatan kelembagaan. Di lingkungan lembaga&#13;
kenegaraan, proses produksi konten tidak hanya menuntut kreativitas, tetapi juga&#13;
memerlukan tata kelola kehumasan yang terarah agar setiap konten yang&#13;
dipublikasikan tetap akurat, sesuai kebijakan, dan berada dalam kendali institusi.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk memahami tata kelola kehumasan dalam&#13;
memproduksi konten di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Fokus penelitian&#13;
diarahkan pada proses internal produksi konten yang dianalisis menggunakan&#13;
model manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) sebagai&#13;
kerangka analisis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan&#13;
teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan&#13;
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kehumasan dalam&#13;
memproduksi konten di Istana Kepresidenan Yogyakarta dijalankan melalui alur &#13;
kerja yang terstruktur tetapi tetap fleksibel. Perencanaan dilakukan melalui&#13;
penentuan ide dan tema berdasarkan nomenklatur resmi, arahan pimpinan, etika&#13;
komunikasi publik, serta pertimbangan waktu publikasi. Pengorganisasian ditandai&#13;
dengan pembagian tugas yang adaptif dan terbentuknya kesepahaman kerja, di&#13;
mana keterbatasan sumber daya manusia mendorong penerapan pola kerja&#13;
multitugas. Pelaksanaan produksi konten menyesuaikan kondisi lapangan dengan&#13;
tetap mematuhi ketentuan protokoler. Sementara itu, pengendalian dilakukan secara&#13;
berlapis melalui pengecekan, revisi, persetujuan pimpinan, serta evaluasi&#13;
pascapublikasi. Keseluruhan proses tersebut menunjukkan bahwa tata kelola&#13;
kehumasan berperan penting dalam memastikan produksi konten berjalan secara&#13;
sistematis, terarah, dan sesuai dengan karakter institusi kenegaraan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-03-02</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>