@phdthesis{universitasamikomyogyakarta32430, title = {\{JALUR NON REGULER - INTERNSHIP\} TATA KELOLA KEHUMASAN DALAM MEMPRODUKSI KONTEN ISTANA KEPRESIDENAN YOGYAKARTA}, month = {March}, author = {Sayu Farrah Bisawamila}, school = {Universitas AMIKOM Yogyakarta}, year = {2026}, keywords = {Tata Kelola Kehumasan, Produksi Konten, Humas Pemerintah, POAC, Istana Kepresidenan Yogyakarta, Public Relations Governance, Content Production, Government Public Relations, Yogyakarta Presidential Palace.}, abstract = {Produksi konten dalam praktik kehumasan pemerintah merupakan bagian penting dari pengelolaan komunikasi publik, khususnya melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi kegiatan kelembagaan. Di lingkungan lembaga kenegaraan, proses produksi konten tidak hanya menuntut kreativitas, tetapi juga memerlukan tata kelola kehumasan yang terarah agar setiap konten yang dipublikasikan tetap akurat, sesuai kebijakan, dan berada dalam kendali institusi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tata kelola kehumasan dalam memproduksi konten di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Fokus penelitian diarahkan pada proses internal produksi konten yang dianalisis menggunakan model manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) sebagai kerangka analisis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kehumasan dalam memproduksi konten di Istana Kepresidenan Yogyakarta dijalankan melalui alur kerja yang terstruktur tetapi tetap fleksibel. Perencanaan dilakukan melalui penentuan ide dan tema berdasarkan nomenklatur resmi, arahan pimpinan, etika komunikasi publik, serta pertimbangan waktu publikasi. Pengorganisasian ditandai dengan pembagian tugas yang adaptif dan terbentuknya kesepahaman kerja, di mana keterbatasan sumber daya manusia mendorong penerapan pola kerja multitugas. Pelaksanaan produksi konten menyesuaikan kondisi lapangan dengan tetap mematuhi ketentuan protokoler. Sementara itu, pengendalian dilakukan secara berlapis melalui pengecekan, revisi, persetujuan pimpinan, serta evaluasi pascapublikasi. Keseluruhan proses tersebut menunjukkan bahwa tata kelola kehumasan berperan penting dalam memastikan produksi konten berjalan secara sistematis, terarah, dan sesuai dengan karakter institusi kenegaraan.}, url = {https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32430/} }