<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PEMANFAATAN E-GOVERNMENT BERBASIS WEBSITE&#13;
DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK&#13;
DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN&#13;
ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA&#13;
BERENCANA KABUPATEN SLEMAN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Melania Juwita</mods:namePart><mods:namePart type="family">Purwaasmara</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penulis meneliti mengenai pemanfaatan E-Government berbasis website&#13;
dalam upaya peningkatan pelayanan publik. Hal ini dilatarbelakangi urgensi&#13;
pemerintah daerah dalam mewujudkan transformasi digital yang terintegrasi untuk&#13;
mempermudah, serta mengefisienkan proses pelayanan melalui website resmi&#13;
pemerintah dan SIGA (Sistem Informasi Keluarga) sebagai contoh penerapannya.&#13;
Upaya mengatasi permasalahan dalam pemanfaatan E-Government berbasis&#13;
website dalam peningkatan kualitas pelayanan publik yang dilakukan oleh Dinas&#13;
Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan&#13;
Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman. Pendekatan penelitian&#13;
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui&#13;
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menggunakan teori utama EGovernment&#13;
&#13;
yang dikemukakan oleh Indrajit (2016), yang menjelaskan bahwa&#13;
keberhasilan implementasi E-Government ditentukan oleh kesesuaian antara&#13;
rancangan sistem digital dengan kondisi sosial, dan tata kelola kelembagaan&#13;
pemerintah atau design reality gap, yang diukur melalui elemen Support, Capacity,&#13;
dan Value. Pemanfaatan website di Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman dapat&#13;
meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat menjadi lebih optimal. Hal ini&#13;
dibuktikan dengan meningkatnya data permohonan informasi melalui website&#13;
website. Hambatan meliputi kurangnya dukungan organisasi dalam penerapan&#13;
sistem digital, rendahnya partisipasi masyarakat, dan kapasitas sumber daya&#13;
manusia yang harus beradaptasi pada sistem operasional manual dan digital secara&#13;
beriringan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam&#13;
penguatan kebijakan digitalisasi pelayanan publik di daerah, serta menjadi acuan&#13;
bagi peningkatan inovasi layanan berbasis website di instansi pemerintahan&#13;
lainnya.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>