%0 Thesis %9 S1 - Sarjana %A Purwaasmara, Melania Juwita %A Universitas AMIKOM Yogyakarta, %B Fakultas Ekonomi & Sosial %D 2026 %F universitasamikomyogyakarta:32425 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K E-Government, Pelayanan Berbasis Website, Kualitas Pelayanan Publik, Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, SIGA (Sistem Informasi Keluarga), Website-Based Services, Public Service Quality, Sleman Regency P3AP2KB Office, SIGA (Family Information System). %T PEMANFAATAN E-GOVERNMENT BERBASIS WEBSITE DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN SLEMAN %U https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32425/ %X Penulis meneliti mengenai pemanfaatan E-Government berbasis website dalam upaya peningkatan pelayanan publik. Hal ini dilatarbelakangi urgensi pemerintah daerah dalam mewujudkan transformasi digital yang terintegrasi untuk mempermudah, serta mengefisienkan proses pelayanan melalui website resmi pemerintah dan SIGA (Sistem Informasi Keluarga) sebagai contoh penerapannya. Upaya mengatasi permasalahan dalam pemanfaatan E-Government berbasis website dalam peningkatan kualitas pelayanan publik yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menggunakan teori utama EGovernment yang dikemukakan oleh Indrajit (2016), yang menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi E-Government ditentukan oleh kesesuaian antara rancangan sistem digital dengan kondisi sosial, dan tata kelola kelembagaan pemerintah atau design reality gap, yang diukur melalui elemen Support, Capacity, dan Value. Pemanfaatan website di Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman dapat meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat menjadi lebih optimal. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya data permohonan informasi melalui website website. Hambatan meliputi kurangnya dukungan organisasi dalam penerapan sistem digital, rendahnya partisipasi masyarakat, dan kapasitas sumber daya manusia yang harus beradaptasi pada sistem operasional manual dan digital secara beriringan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penguatan kebijakan digitalisasi pelayanan publik di daerah, serta menjadi acuan bagi peningkatan inovasi layanan berbasis website di instansi pemerintahan lainnya.