<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NON REGULER - SKEMA ARTIST} IMPLEMENTASI TEORI PARASOCIAL RELATIONSHIP UNTUK&#13;
MEMBANGUN CITRA BRAND DAN PERSONAL DALAM PEMBUATAN&#13;
KONTEN “JELAJAH KOPI MALAM”</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Hizkia Masyiakh Saka</mods:namePart><mods:namePart type="family">Parimpasa</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Karya ini berjudul “Jelajah Kopi Malam: Rue Kopi”, sebuah konten&#13;
video promosi berbasis naratif yang mengintegrasikan Teori Hubungan Parasosial&#13;
(Parasocial Relationship Theory) sebagai pendekatan utama dalam membangun&#13;
kedekatan emosional antara pemilik usaha dan audiens. Tujuan utama penciptaan&#13;
karya ini adalah untuk mengubah format promosi konvensional (hard-selling)&#13;
menjadi strategi komunikasi yang lebih humanis dan empatik melalui narasi&#13;
personal. Metode penciptaan yang digunakan meliputi observasi lapangan,&#13;
wawancara mendalam dengan narasumber (pemilik Rue Kopi), dan penerapan&#13;
teknik sinematografi yang berorientasi pada intimacy at a distance, sebagaimana&#13;
dijelaskan oleh Horton dan Wohl (1956). Produksi video berdurasi 137 detik&#13;
dengan format vertikal (9:16) ini diarahkan untuk distribusi di media sosial seperti&#13;
TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Hasil analisis menunjukkan bahwa&#13;
hubungan parasosial dapat dikonstruksi melalui tiga dimensi utama: (1)&#13;
keterbukaan diri (self-disclosure) yang menumbuhkan empati audiens terhadap&#13;
narasumber; (2) daya tarik sosial (social attraction) yang dibangun melalui gaya&#13;
bahasa dan pembawaan yang relatable; dan (3) kehadiran sosial (social presence)&#13;
yang diwujudkan lewat teknik direct address dan pengambilan gambar close-up&#13;
untuk menciptakan ilusi percakapan dua arah. Kesimpulan dari karya ini&#13;
menunjukkan bahwa pendekatan hubungan parasosial efektif dalam membangun&#13;
personal branding dan mengalirkan kepercayaan personal menjadi citra merek&#13;
(brand image) yang kuat. Rue Kopi tidak lagi hanya dipersepsikan sebagai kedai&#13;
kopi pinggir jalan, tetapi sebagai ruang komunal yang memiliki nilai, karakter, dan&#13;
integritas. Dengan demikian, karya ini membuktikan bahwa strategi soft-selling&#13;
berbasis narasi kemanusiaan merupakan alternatif yang relevan dan efektif dalam&#13;
komunikasi pemasaran digital di era media sosial.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-12-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>