<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>EVALUASI LAYANAN SIPAKDE DALAM PENCAPAIAN&#13;
TINGKAT KEMATANGAN DOMAIN LAYANAN SPBE &#13;
DENGAN MENGGUNAKAN E-GOVERNMENT MATURITY&#13;
MODEL (EGMM)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Jesicha Mandhance Aurrelia Maha</mods:namePart><mods:namePart type="family">Dewie</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan&#13;
upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas&#13;
pelayanan publik. Kapanewon Depok mengimplementasikan layanan administrasi&#13;
kependudukan berbasis digital melalui SIPAKDE sebagai bagian dari transformasi&#13;
digital tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi implementasi&#13;
serta mengukur tingkat kematangan Domain Layanan SPBE pada SIPAKDE&#13;
menggunakan pendekatan E-Government Maturity Model berdasarkan indikator&#13;
evaluasi yang diatur dalam Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 59 Tahun 2020.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik&#13;
pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen.&#13;
Pengukuran dilakukan terhadap indikator Domain Layanan yang meliputi&#13;
ketersediaan layanan digital, tingkat integrasi layanan, pengelolaan layanan, serta&#13;
evaluasi dan peningkatan berkelanjutan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIPAKDE berada pada&#13;
Level 3 (Terdefinisi) dalam skala kematangan EGMM. Sebagian besar indikator&#13;
seperti ketersediaan layanan digital dan prosedur operasional telah terdokumentasi&#13;
dan dilaksanakan secara konsisten. Namun demikian, capaian pada indikator&#13;
integrasi layanan antar sistem, monitoring dan evaluasi berbasis kinerja, serta&#13;
dokumentasi pembelajaran organisasi masih belum optimal, sehingga belum&#13;
mencapai Level 4 (Terkelola dan Terukur). Temuan ini menunjukkan bahwa&#13;
meskipun layanan telah terstruktur dan berjalan secara formal, aspek pengelolaan&#13;
berbasis data dan integrasi lintas sistem masih memerlukan penguatan.&#13;
Penelitian ini merekomendasikan peningkatan integrasi sistem, penguatan&#13;
mekanisme evaluasi berbasis indikator kinerja, serta penyusunan dokumentasi&#13;
pembelajaran organisasi guna mendorong peningkatan tingkat kematangan menuju&#13;
Level 4 dan mendukung keberlanjutan implementasi SPBE di Kapanewon Depok.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-14</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>