<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>INOVASI E-GOVERNMENT DI DISNAKER KABUPATEN KEBUMEN: STUDI&#13;
SISTEM INFORMASI APLIKASI PENCARI KERJA (SIAP KERJA)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dyah Ayu Anggarani</mods:namePart><mods:namePart type="family">Safitri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini membahas tentang implementasi inovasi E-Government melalui&#13;
Sistem Informasi Aplikasi Pencari Kerja (Siap Kerja) berbasis website yang diterapkan&#13;
oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kebumen. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menganalisis sejauh mana sistem tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik&#13;
serta bagaimana sistem ini diterima dan diadopsi oleh masyarakat, khususnya para&#13;
pencari kerja (pencaker). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada&#13;
teori inovasi Everett M. Rogers (1971) yang membagi proses inovasi menjadi tiga&#13;
tahapan: penemuan (invention), difusi (diffusion), dan konsekuensi (consequences).&#13;
Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik&#13;
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa pada tahap penemuan, inovasi muncul sebagai respons atas&#13;
kebutuhan efisiensi layanan kartu AK-1 dan akses informasi lowongan kerja yang&#13;
sebelumnya bersifat manual. Sistem ini dikembangkan bekerja sama dengan Dinas&#13;
Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kebumen. Pada tahap difusi,&#13;
ditemukan bahwa proses sosialisasi belum dilakukan secara maksimal. Komunikasi lebih&#13;
bersifat satu arah melalui media sosial dan belum menyentuh pendekatan edukatif&#13;
langsung seperti pelatihan atau sesi tanya jawab. Beberapa pengguna masih mengalami&#13;
kesulitan dalam mengakses fitur aplikasi, terutama bagi mereka yang belum familiar&#13;
dengan teknologi. Pada tahap konsekuensi, ditemukan dampak positif berupa percepatan&#13;
layanan dan kemudahan pencaker dalam mendapatkan informasi pekerjaan. Namun, juga&#13;
terdapat hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia, fitur yang belum&#13;
sepenuhnya berfungsi, serta belum optimalnya mekanisme validasi data secara daring.&#13;
Selain itu, keterlibatan lintas instansi dan evaluasi berkala masih perlu ditingkatkan guna&#13;
menjaga keberlanjutan inovasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi egovernment&#13;
&#13;
dalam bentuk sistem aplikasi Siap Kerja Disnaker Kebumen merupakan&#13;
langkah progresif dalam mendigitalisasi layanan publik. Namun, untuk meningkatkan&#13;
efektivitas dan keberlanjutan inovasi, perlu adanya penguatan pada aspek komunikasi,&#13;
peningkatan kompetensi SDM, pengembangan sistem secara teknis, serta evaluasi&#13;
menyeluruh terhadap dampak yang ditimbulkan. Implikasi dari penelitian ini diharapkan&#13;
dapat menjadi dasar dalam pengembangan inovasi serupa di daerah lain, serta menjadi&#13;
referensi akademik dalam kajian kebijakan publik berbasis teknologi informasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-08-07</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>