<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NON REGULER - SKEMA ARTIST} PENERAPAN KONSEP NARATIF DALAM PENYUTRADARAAN &#13;
FILM DOKUMENTER BUDAYA BATIK DARMO JOGJA &#13;
“IGNORANCE”</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Adzila Gilang</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rahmadhani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian serta proses penciptaan film dokumenter berjudul “Ignorance” &#13;
berangkat dari fenomena rendahnya ketertarikan dan pemahaman Generasi Z&#13;
terhadap batik tulis sebagai warisan budaya Indonesia. Dominasi tren global dan&#13;
budaya serba digital membuat proses pembuatan batik tulis yang mengandung&#13;
nilai filosofis, sejarah panjang, dan keterampilan tradisional ini semakin jarang&#13;
diketahui. Situasi tersebut berpotensi menghambat regenerasi pengrajin dan&#13;
mengancam keberlangsungan batik tulis di masa mendatang. Dokumenter&#13;
Ignorance dibuat dengan pendekatan naratif sebagai strategi penyutradaraan agar&#13;
pesan budaya dapat tersampaikan secara jelas, emosional, dan mudah diterima&#13;
oleh Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, studi&#13;
pustaka, dan analisis visual untuk memahami bagaimana unsur naratif mampu&#13;
menciptakan kedekatan antara penonton dan topik budaya. Hasil penelitian&#13;
memperlihatkan bahwa penyusunan narasi yang terstruktur meliputi alur&#13;
kronologis, visual informatif, narasi yang menyentuh perasaan, serta wawancara&#13;
yang mampu meningkatkan pengetahuan audiens mengenai makna dan proses&#13;
pembuatan batik tulis, khususnya Batik Darmo Jogja. Dokumenter ini berfungsi&#13;
sebagai media edukasi interaktif yang relevan bagi institusi pendidikan, komunitas&#13;
kreatif, maupun platform digital. Selain memberikan kontribusi akademis dalam&#13;
pelestarian data budaya dan kajian film dokumenter, karya ini juga memiliki&#13;
manfaat praktis sebagai panduan visual untuk belajar membatik serta&#13;
menumbuhkan keterlibatan generasi muda dalam menjaga budaya lokal. Dengan&#13;
demikian, Ignorance tidak hanya merekam fakta budaya, tetapi juga menjadi&#13;
bentuk revitalisasi batik tulis melalui penyampaian naratif yang sesuai dengan&#13;
karakter generasi digital.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-11-07</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>