<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS KOMPARATIF STACKING ENSEMBLE DEEP&#13;
LEARNING DAN MACHINE LEARNING UNTUK DETEKSI&#13;
KECURANGAN KARTU KREDIT PADA DATASET TIDAK&#13;
SEIMBANG</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhammad Aditya</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wijaya</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja model deep learning dan machine&#13;
learning, serta mengkaji efektivitas stacking ensemble dengan Multi-Layer&#13;
Perceptron (MLP) sebagai meta-learner dalam mendeteksi penipuan kartu kredit&#13;
pada dataset dengan ketidakseimbangan kelas tinggi. Model yang diuji meliputi&#13;
LSTM (Long Short-Term Memory) dan GRU (Gated Recurrent Unit) untuk&#13;
menangkap pola temporal, serta Random Forest dan AdaBoost sebagai pembanding&#13;
berbasis decision tree. Dataset diambil dari platform Kaggle yang telah melalui&#13;
Principal Component Analysis (PCA) pada fitur V1–V28, ditambah fitur asli Time&#13;
dan Amount. Tahapan penelitian meliputi eksplorasi data, analisis korelasi, deteksi&#13;
outlier dan skewness, penghapusan duplikasi, serta penyeimbangan kelas&#13;
menggunakan undersampling dan SMOTEENN. Model dilatih dan diuji&#13;
menggunakan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score, serta dievaluasi&#13;
dengan confusion matrix, ROC curve, dan Precision-Recall curve. Hasil pengujian&#13;
menunjukkan GRU unggul dengan akurasi 98,42%, precision 98,95%, recall&#13;
97,93%, dan F1-score 98,43%, melampaui LSTM yang mencatat akurasi 96,85%.&#13;
Random Forest sedikit lebih baik daripada AdaBoost (97,38% vs 97,12%) dalam&#13;
kestabilan pada data tidak seimbang. Stacking ensemble menghasilkan akurasi ratarata&#13;
&#13;
98,17% dan meningkatkan stabilitas prediksi meski tidak secara signifikan&#13;
mengungguli GRU. Kesimpulannya, GRU direkomendasikan sebagai model utama&#13;
karena akurasi dan kestabilannya, sementara stacking ensemble dapat menjadi&#13;
alternatif untuk meningkatkan konsistensi hasil. Random Forest dan AdaBoost&#13;
tetap relevan sebagai baseline yang ringan secara komputasi. Temuan ini&#13;
memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan sistem deteksi fraud yang&#13;
akurat, stabil, dan adaptif terhadap variasi pola transaksi dalam industri perbankan&#13;
dan layanan pembayaran digital</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">005 Pemrograman komputer, program dan data</mods:classification><mods:classification authority="lcc">330 Ekonomi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-09-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>