<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>{JALUR NON REGULER - SKEMA ARTIST} IMPLEMENTASI TEKNIK SHOT SIZE DALAM PEMBUATAN VIDEO &#13;
COMPANY PROFILE SMP MUHAMMADIYAH 9 YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Adimas Akbar</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muzakki</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kota Yogyakarta dikenal luas sebagai kota pelajar karena memiliki warisan &#13;
sejarah dan tradisi yang kuat di bidang pendidikan. Sejak zaman dahulu, Yogyakarta&#13;
menjadi pusat pendidikan dan budaya yang menarik minat para pelajar dari seluruh&#13;
Indonesia. Reputasi ini diperkuat dengan kehadiran banyak lembaga pendidikan&#13;
berkualitas dari tingkat sekolah dasar hingga Universitas. Hal ini menciptakan&#13;
suasana akademik yang dinamis dan suportif dalam konteks ini, setiap pendidikan&#13;
di Yogyakarta berupaya keras untuk memperlihatkan keunikan dan ciri khasnya&#13;
masing-masing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembuatan video&#13;
company profile yang efektif harus secara jelas mempromosikan nilai-nilai inti&#13;
sekolah, serta keunggulan akademik, karakter religious, dan kegiatan&#13;
ekstrakurikuler. Video company profile yang dirancang mencakup sejarah sekolah,&#13;
visi misi, fasilitas, dan program-program unggulan. Diharapkan, video company&#13;
profile ini tidak hanya menjadi alat pemasaran tetapi juga cerminan profesionalisme&#13;
dan komitmen dalam memberikan pendidikan terbaik. Dalam pembuatan video&#13;
company profile peran Director Of Photography (DoP) sangat penting karena&#13;
bertanggung jawab penuh terhadap aspek visual dari sebuah produksi, tidak hanya&#13;
mengoperasikan kamera tetapi juga menentukan bagaimana video company profile&#13;
dapat divisualisasikan untuk mencapai tujuan komunikasi. Pada tahap produksi&#13;
pemilihan teknik shot size diterapkan untuk posisi kamera diantaranya high angle,&#13;
eye level, low angle. Teknik ini dipilih sesuai dengan kebutuhan naskah untuk&#13;
memberikan kesan yang berbeda dan memperkuat alur cerita untuk memastikan&#13;
setiap scene memiliki makna visual yang kuat.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">302.2 Ilmu Komunikasi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>