%0 Thesis %9 S1 - Sarjana %A Tandi, Klaudia Putri Amelia %A Universitas AMIKOM Yogyakarta, %B Fakultas Ekonomi & Sosial %D 2026 %F universitasamikomyogyakarta:32361 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K Film Dokumenter, Strategi Naratif, Tiga Babak, Teman Tuli, Tari Inklusif, Documentary Film, Narrative Strategy, Three-Act Structure, Deaf Friends, Inclusive Dance. %T {JALUR NON REGULER - ARTIST FILMMAKER} REPRESENTASI EKSISTENSI TULI DALAM MEMATAHKAN STIGMA NEGATIF MELALUI SENI TARI: STRATEGI NARATIF NASKAH FILM "LANGKAH YANG BICARA" %U https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32361/ %X Penciptaan karya ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya stigma negatif terhadap komunitas Tuli yang dianggap terbatas dan tidak mampu berkomunikasi secara efektif. Kurangnya empati masyarakat terhadap potensi eksistensi Tuli menjadi urgensi utama dalam pembuatan film dokumenter ini. Tujuan penelitian dan penciptaan ini adalah untuk merepresentasikan eksistensi komunitas Tuli dalam mematahkan stigma tersebut melalui media seni tari. Metode yang digunakan dalam proses kreatif ini meliputi riset mendalam mengenai stigma sosial, observasi partisipatif di Sanggar Tari Tuli (STT), serta wawancara mendalam yang didampingi oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI). Sebagai karya penelitian berbasis penciptaan, hasil akhir penelitian ini dipublikasikan dalam bentuk karya audio visual berupa film dokumenter. Secara teknis, film ini menerapkan strategi naratif truktur Tiga Babak (Three-Act Structure) yang terdiri dari pengenalan, konfrontasi, dan resolusi untuk menyajikan fakta realitas kehidupan sosial secara dramatik. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa penerapan struktur Tiga Babak mampu membangun alur yang runtut, sehingga pesan inklusivitas tersampaikan dengan kuat. Representasi bahasa tubuh dan ekspresi dalam tari terbukti menjadi medium komunikasi alternatif yang efektif bagi komunitas Tuli. Karya ini berkontribusi secara akademik pada pengembangan kajian naratif film dokumenter, serta secara sosial memberikan ruang representasi yang lebih adil guna meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keterbatasan pendengaran bukanlah penghalang untuk berkarya.