@phdthesis{universitasamikomyogyakarta32357, year = {2026}, school = {Universitas AMIKOM Yogyakarta}, author = {Tri Utami}, month = {February}, title = {KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA DALAM MENAVIGASI PERANG DAGANG AMERIKA SERIKAT DAN TIONGKOK}, keywords = {Perang dagang AS?Tiongkok, kebijakan luar negeri Indonesia, neomerkantilisme, diplomasi ekonomi, S?China trade war, Indonesia?s foreign policy, neomercantilism, economic diplomacy.}, url = {https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32357/}, abstract = {Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok sejak tahun 2018 telah membawa dampak signifikan terhadap dinamika ekonomi global dan menimbulkan ketidakpastian bagi negara-negara mitra dagang, termasuk Indonesia. Sebagai negara yang menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif, Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempertahankan keseimbangan hubungan dengan kedua kekuatan besar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah strategis Indonesia dalam menavigasi perang dagang Amerika Serikat?Tiongkok melalui kebijakan luar negeri ekonomi dengan menggunakan kerangka teori neomerkantilisme Eric Helleiner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) serta analisis wacana kebijakan terhadap dokumen resmi pemerintah, laporan lembaga internasional, dan literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan strategi neomerkantilisme yang bersifat adaptif dan selektif, ditandai dengan peran aktif negara dalam mengoordinasikan kebijakan ekonomi luar negeri, penerapan proteksionisme selektif terhadap sektor industri strategis, diversifikasi mitra dagang untuk mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat dan Tiongkok, serta pemanfaatan peluang dari dinamika perang dagang untuk memperkuat kepentingan ekonomi nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan luar negeri ekonomi Indonesia mencerminkan praktik neomerkantilisme kontemporer yang bertujuan menjaga ketahanan ekonomi nasional dan otonomi kebijakan di tengah persaingan ekonomi global.} }