%L universitasamikomyogyakarta32353 %K Love scamming, Transformasi Negara, ASEAN PoA, Indonesia, Singapura, State Transformation. %D 2026 %X Perkembangan teknologi digital mendorong peningkatan kejahatan siber lintas negara, termasuk love scamming yang memanfaatkan platform daring untuk penipuan finansial berbasis manipulasi emosional. Kejahatan ini bersifat transnasional dan menimbulkan risiko terhadap stabilitas ekonomi digital serta kepercayaan publik. Oleh karena itu, respons negara tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga mencerminkan proses transformasi institusional dalam menghadapi dinamika keamanan digital.Penelitian ini bertujuan membandingkan respons Indonesia dan Singapura dalam menangani love scamming dengan menggunakan teori Transformasi Negara dan pendekatan Most Similar System Design (MSSD). Data dianalisis secara kualitatif melalui dokumen kebijakan regional ASEAN, regulasi nasional, dan publikasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun berada dalam kerangka regional yang sama, kedua negara menunjukkan arah transformasi yang berbeda. Singapura memandang love scamming sebagai ancaman sistemik sehingga melakukan restrukturisasi kelembagaan yang lebih terpusat dan proaktif. Sebaliknya, Indonesia cenderung merespons secara gradual karena ancaman tersebut belum sepenuhnya dikonstruksikan sebagai risiko strategis. Penelitian ini menegaskan bahwa perbedaan respons ditentukan oleh variasi persepsi ancaman dan arah transformasi negara di masing-masing konteks domestik. %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %A Indah Dwi Rahmawati %T PERBANDINGAN RESPONS INDONESIA DAN SINGAPURA DALAM MENANGANI KEJAHATAN SIBER LOVE SCAMMING