<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERBANDINGAN RESPONS INDONESIA DAN SINGAPURA DALAM&#13;
MENANGANI KEJAHATAN SIBER LOVE SCAMMING</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Indah Dwi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rahmawati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Perkembangan teknologi digital mendorong peningkatan kejahatan siber&#13;
lintas negara, termasuk love scamming yang memanfaatkan platform daring untuk&#13;
penipuan finansial berbasis manipulasi emosional. Kejahatan ini bersifat&#13;
transnasional dan menimbulkan risiko terhadap stabilitas ekonomi digital serta&#13;
kepercayaan publik. Oleh karena itu, respons negara tidak hanya berkaitan dengan&#13;
penegakan hukum, tetapi juga mencerminkan proses transformasi institusional&#13;
dalam menghadapi dinamika keamanan digital.Penelitian ini bertujuan&#13;
membandingkan respons Indonesia dan Singapura dalam menangani love&#13;
scamming dengan menggunakan teori Transformasi Negara dan pendekatan Most&#13;
Similar System Design (MSSD). Data dianalisis secara kualitatif melalui dokumen&#13;
kebijakan regional ASEAN, regulasi nasional, dan publikasi akademik. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa meskipun berada dalam kerangka regional yang&#13;
sama, kedua negara menunjukkan arah transformasi yang berbeda. Singapura&#13;
memandang love scamming sebagai ancaman sistemik sehingga melakukan&#13;
restrukturisasi kelembagaan yang lebih terpusat dan proaktif. Sebaliknya, Indonesia&#13;
cenderung merespons secara gradual karena ancaman tersebut belum sepenuhnya&#13;
dikonstruksikan sebagai risiko strategis. Penelitian ini menegaskan bahwa&#13;
perbedaan respons ditentukan oleh variasi persepsi ancaman dan arah transformasi&#13;
negara di masing-masing konteks domestik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">327 Hubungan internasional</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-27</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>