<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS CYBER RESILIENCE FILIPINA DALAM KERANGKA&#13;
KERJA SAMA ASEAN (2018-2024)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rutmayeka Vidia Anggraini</mods:namePart><mods:namePart type="family">Laia</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Filipina telah melakukan proses &#13;
sekuritisasi dengan mendefinisikan ancaman cyber Sebagai ancaman yang&#13;
eksistensia, yang mana hal ini diwujudkan melalui kebijakan National&#13;
Cybersecurity Plan (NCSP) 2023-2028 dan pembentuan lembaga seperti DICT&#13;
serta CERT-PH. Dalam erangka regional, peran ASEAN sangat krusial melalui&#13;
ASEAN Cybersecurity Cooperation Strategy (ACCS) yang memfasilitasi&#13;
penigkatan kapasitas  (capacity building), Latihan penanganan insiden (ASEAN&#13;
CERT Incident Drill), dan pertukaran informasi intelijen. Dan berdasarkan Rational&#13;
Choice Theory, Keputusan Filipina dalam membangun kerja sama dengan ASEAN&#13;
adalah langkah yang rasional untu bisa meminimalkan biaya keamanan dan&#13;
memaksimalkan utilitas berupa bantuan teknis dan legitimasi politik yang tidak&#13;
dapat dicapai secara unilateral. Hasilnya adalah, kerja sama regional mejadi&#13;
instrument vital bagi Filipina untuk menutupi kesenjangan kapasitas domestic dan&#13;
memperuat ketahanan cyber nasional.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">327 Hubungan internasional</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-12-18</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>