<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS PERANAN UN WOMEN DALAM MENGATASI KEKERASAN&#13;
TERHADAP PEREMPUAN KASTA DALIT DI INDIA TAHUN 2018-2021</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rehan Fadhiil Putra</mods:namePart><mods:namePart type="family">Narda</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mengkaji peranan United Nations Entity for Gender Equality &#13;
and the Empowerment of Women (UN Women) dalam menangani kekerasan&#13;
terhadap perempuan Dalit di India pada periode 2018–2021. Perempuan Dalit,&#13;
yang berada pada kasta terendah dalam sistem sosial India, menghadapi&#13;
diskriminasi ganda berbasis gender dan kasta, sehingga menjadikan mereka&#13;
kelompok yang paling rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan, baik fisik,&#13;
seksual, maupun struktural. Permasalahan ini semakin kompleks karena lemahnya&#13;
perlindungan hukum, budaya patriarki yang mengakar, serta sikap aparat yang&#13;
kerap abai dalam menegakkan keadilan bagi korban. Penelitian ini menggunakan&#13;
metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, memanfaatkan analisis&#13;
dokumen, literatur akademik, laporan resmi, serta publikasi organisasi&#13;
internasional. Kerangka teori yang digunakan adalah teori Organisasi&#13;
Internasional Clive Archer dengan fokus pada peran normatif, fasilitator, dan&#13;
administratif organisasi internasional dalam isu global. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa UN Women telah menjalankan berbagai program, seperti&#13;
pemberdayaan ekonomi melalui Dalit Women’s Livelihood Accountability&#13;
Initiative (DWLAI), penguatan literasi hukum, advokasi kebijakan, serta&#13;
kampanye global untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai kekerasan&#13;
berbasis kasta. Selain itu, UN Women juga berperan aktif dalam forum&#13;
multilateral dengan mendorong isu perempuan Dalit ke dalam agenda Dewan&#13;
HAM PBB dan CEDAW. Namun demikian, intervensi tersebut belum efektif&#13;
menekan angka kekerasan. Data resmi justru memperlihatkan peningkatan kasus&#13;
selama periode penelitian, yang menegaskan bahwa hambatan struktural, budaya&#13;
impunitas, dan diskriminasi institusional tetap menjadi faktor dominan. Dengan&#13;
demikian, penelitian ini menegaskan bahwa meskipun UN Women telah&#13;
berkontribusi signifikan dalam pemberdayaan dan advokasi, keberhasilannya&#13;
masih terbatas pada penguatan kapasitas komunitas dan kesadaran normatif.&#13;
Upaya yang lebih terintegrasi, termasuk reformasi kelembagaan dan perubahan&#13;
paradigma sosial, diperlukan agar perlindungan bagi perempuan Dalit dapat&#13;
tercapai secara berkelanjutan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">327 Hubungan internasional</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-08-08</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>