<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>EFEKTIVITAS INTERNASIONAL UNION FOR CONSERVATION OF NATURE (IUCN) DALAM MENANGANI DEFORESTASI HUTAN AMAZON : STUDI KASUS BRAZIL 2018-2022</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Julian Agung</mods:namePart><mods:namePart type="family">Prasetyo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peran International&#13;
Union for Conservation of Nature (IUCN) dalam merespons peningkatan&#13;
deforestasi di kawasan Hutan Amazon Brazil pada periode 2018–2022.&#13;
Peningkatan deforestasi pada periode tersebut berkaitan dengan perubahan orientasi&#13;
kebijakan lingkungan domestik, pelemahan kapasitas institusi pengawasan, serta&#13;
ekspansi sektor agribisnis dan aktivitas ekstraktif. Penelitian ini menggunakan&#13;
metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan memanfaatkan data sekunder&#13;
yang diperoleh melalui studi kepustakaan, meliputi laporan resmi IUCN, dokumen&#13;
kebijakan pemerintah Brazil, laporan lembaga internasional, serta literatur&#13;
akademik yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan kerangka efektivitas&#13;
organisasi internasional dari Frank Biermann dan Steffen Bauer yang membedakan&#13;
efektivitas ke dalam tiga level, yaitu output, outcome, dan impact. Pada level&#13;
output, penelitian menilai kapasitas IUCN dalam menghasilkan standar dan&#13;
instrumen konservasi global; pada level outcome, penelitian menganalisis sejauh&#13;
mana norma dan pedoman tersebut memengaruhi kebijakan dan praktik konservasi&#13;
nasional Brazil; sedangkan pada level impact, penelitian mengevaluasi perubahan&#13;
kondisi ekologis, khususnya tren deforestasi selama periode penelitian. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa IUCN memiliki kapasitas normatif dan teknis yang&#13;
kuat dalam membangun arsitektur tata kelola konservasi global serta memengaruhi&#13;
kerangka kebijakan secara konseptual. Namun demikian, efektivitas pada level &#13;
implementasi dan dampak ekologis relatif terbatas akibat dominasi kepentingan &#13;
ekonomi domestik dan konfigurasi politik nasional. Dengan demikian, efektivitas&#13;
IUCN dalam konteks ini bersifat bertingkat dan kontekstual, lebih kuat pada&#13;
produksi dan difusi norma dibandingkan pada transformasi struktural dan&#13;
penurunan deforestasi secara langsung.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">327 Hubungan internasional</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>