TY - THES TI - ANALISIS KEGAGALAN KOALISI ARAB SAUDI DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK DI YAMAN TAHUN 2015-2020 AV - restricted UR - https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32337/ PB - Universitas AMIKOM Yogyakarta Y1 - 2026/02/25/ KW - Koalisi KW - Konflik KW - Yaman KW - Houti KW - Keamanan KW - Kolektif KW - Arab KW - Morgenthau KW - Militer KW - Krisis KW - Kemanusiaan KW - Coalition KW - Conflict KW - Yemen KW - Houthi KW - Collective Security KW - Military KW - Humanitarian Crisis. M1 - bachelor A1 - Sulaga, Rendry Rahama ID - universitasamikomyogyakarta32337 N2 - Skripsi "Analisis Kegagalan Koalisi Arab Saudi dalam Menyelesaikan Konflik di Yaman Tahun 2015-2020" mengkaji secara mendalam fenomena intervensi militer koalisi yang dipimpin Arab Saudi melalui Operasi Decisive Storm sejak Maret 2015, yang bertujuan mengembalikan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi dan menumpas pemberontak Houthi pasca-perebutan Sanaa 2014 akibat kegagalan transisi politik pasca Arab Spring 2011, di mana konflik internal Yaman yang dipicu marginalisasi politik-ekonomi, korupsi, dan perebutan kekuasaan berubah menjadi perang proksi Sunni-Syiah yang mengancam Selat Bab el-Mandeb serta ekspor minyak Saudi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, data sekunder, dan jurnal ilmiah dianalisis melalui model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, verifikasi data), dengan kerangka teori collective security yang menekankan tiga indikator keberhasilan superioritas militer gabungan overwhelming, keyakinan bersama deterensi agresi, serta kesatuan tindakan politik dengan pengorbanan kepentingan nasional demi kolektif penelitian ini mengungkap kegagalan struktural koalisi meskipun superioritas teoritis, dimana koordinasi militer lemah akibat fragmentasi operasi, sementara kesatuan politik terpecah oleh kepentingan nasional sehingga melanggar prinsip Morgenthau, mengakibatkan stagnasi konflik dengan memakan banyak korban jiwa, pengungsian, wabah penyakit, dan krisis kemanusiaan terburuk dunia, yang justru memperkuat legitimasi Houthi lewat narasi anti-imperialis. Gap penelitian dari studi sebelumnya, difokuskan pada faktor ketidakefektifan collective security, menghasilkan rekomendasi kebijakan seperti komando tunggal, prioritas HHI, diplomasi inklusif PBB untuk rekonsiliasi Sunni-Syiah, serta pergeseran dari militer ke politik, berkontribusi literatur Timur Tengah sambil memperingatkan batas intervensi eksternal dalam konflik internal kompleks demi stabilitas regional. ER -