<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS KEGAGALAN KOALISI ARAB SAUDI DALAM &#13;
MENYELESAIKAN KONFLIK DI YAMAN TAHUN 2015-2020</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rendry Rahama</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sulaga</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Skripsi "Analisis Kegagalan Koalisi Arab Saudi dalam Menyelesaikan Konflik di Yaman&#13;
Tahun 2015-2020" mengkaji secara mendalam fenomena intervensi militer koalisi yang&#13;
dipimpin Arab Saudi melalui Operasi Decisive Storm sejak Maret 2015, yang bertujuan&#13;
mengembalikan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi dan menumpas pemberontak Houthi&#13;
pasca-perebutan Sanaa 2014 akibat kegagalan transisi politik pasca Arab Spring 2011, di&#13;
mana konflik internal Yaman yang dipicu marginalisasi politik-ekonomi, korupsi, dan&#13;
perebutan kekuasaan berubah menjadi perang proksi Sunni-Syiah yang mengancam Selat&#13;
Bab el-Mandeb serta ekspor minyak Saudi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif&#13;
dengan studi kasus, data sekunder, dan jurnal ilmiah dianalisis melalui model Miles dan&#13;
Huberman (reduksi, penyajian, verifikasi data), dengan kerangka teori collective security&#13;
yang menekankan tiga indikator keberhasilan superioritas militer gabungan overwhelming,&#13;
keyakinan bersama deterensi agresi, serta kesatuan tindakan politik dengan pengorbanan&#13;
kepentingan nasional demi kolektif penelitian ini mengungkap kegagalan struktural koalisi&#13;
meskipun superioritas teoritis, dimana koordinasi militer lemah akibat fragmentasi operasi,&#13;
sementara kesatuan politik terpecah oleh kepentingan nasional sehingga melanggar prinsip&#13;
Morgenthau, mengakibatkan stagnasi konflik dengan memakan banyak korban jiwa,&#13;
pengungsian, wabah penyakit, dan krisis kemanusiaan terburuk dunia, yang justru&#13;
memperkuat legitimasi Houthi lewat narasi anti-imperialis. Gap penelitian dari studi&#13;
sebelumnya, difokuskan pada faktor ketidakefektifan collective security, menghasilkan&#13;
rekomendasi kebijakan seperti komando tunggal, prioritas HHI, diplomasi inklusif PBB&#13;
untuk rekonsiliasi Sunni-Syiah, serta pergeseran dari militer ke politik, berkontribusi&#13;
literatur Timur Tengah sambil memperingatkan batas intervensi eksternal dalam konflik&#13;
internal kompleks demi stabilitas regional.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">327 Hubungan internasional</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-25</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>