%0 Thesis %9 S1 - Sarjana %A Jamal, Resamita %A Universitas AMIKOM Yogyakarta, %B Fakultas Ekonomi & Sosial %D 2026 %F universitasamikomyogyakarta:32335 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K China, Palestina, Kepentingan Nasional, Kekuasaan Normatif, Morgenthou, Global Selatan, Legitimasi, Palestine, National Interest, Normative Power, Morgenthou,Global South, Legitimacy. %T NALISIS STRATEGI POLITIK GLOBAL TIONGKOK DALAM MENDUKUNG PALESTINA PADA TAHUN 2021-2025 %U https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32335/ %X ukungan konsisten Tiongkok terhadap Palestina (2021–2025) merupakan manifestasi instrumental dari Kepentingan Nasional Tiongkok, yang didefinisikan dalam terminologi Kekuasaan Normatif Hans J. Morgenthau. Isu Palestina menjadi arena strategis low-cost, high-impact bagi Tiongkok untuk memperoleh pengakuan sebagai responsible great power dan pemimpin alternatif di tengah rivalitas sistemik dengan Amerika Serikat. Strategi instrumental ini terwujud melalui konsistensi diplomasi multilateral di PBB, kritik tajam terhadap standar ganda Barat, peran mediasi regional (misalnya rekonsiliasi Fatah-Hamas) serta bantuan kemanusian. Penelitian ini, menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan kerangka Teori Kepentingan Nasional Morgenthau, membuktikan bahwa dukungan ini adalah strategi rasional Tiongkok untuk membangun kekuasaan nonmaterial yang tersusun dari tiga dimensi: 1. Tiongkok memanfaatkan isu Palestina untuk membangun prestige sebagai aktor yang andal dan konsisten di forum multilateral, 2. Retorika anti-kolonialisme dan distribusi bantuan kemanusiaan digunakan untuk memperkuat otoritas moral-nya di mata Global South, 3. Keberhasilan mediasi regional dan advokasi di Majelis Umum PBB berkontribusi pada perolehan legitimasi sebagai kekuatan besar yang bertanggung jawab dan pemimpin alternatif dalam tatanan dunia multipolar. Dukungan terhadap Palestina adalah bagian dari kompetisi proksi normatif Tiongkok untuk merebut normative leadership dan merekonstruksi tatanan global multipolar sesuai kepentingan nasionalnya.