<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KLASIFIKASI STATUS GIZI BALITA MENGGUNAKAN&#13;
ALGORITMA RANDOM FOREST DI DESA MLESE</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Alivia Dyatama</mods:namePart><mods:namePart type="family">Arisusanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Masalah gizi pada balita di Indonesia, termasuk di Desa Mlese, merupakan &#13;
tantangan signifikan yang berdampak pada gangguan tumbuh kembang dan&#13;
penurunan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Evaluasi status gizi&#13;
konvensional di Desa Mlese saat ini masih memiliki keterbatasan administratif dan&#13;
belum optimal dalam memprediksi pola data antropometri yang kompleks,&#13;
sehingga diperlukan metode yang lebih responsif dan akurat. Penelitian ini&#13;
menerapkan pendekatan machine learning dengan algoritma Random Forest untuk&#13;
mengklasifikasikan status gizi balita melalui tahapan pengumpulan data sekunder&#13;
periode 2020–2024, pra-pemrosesan data, serta seleksi fitur menggunakan metode&#13;
Random Forest Importance, Chi-Square, dan Recursive Feature Elimination&#13;
(RFE). Untuk mengatasi ketidakseimbangan data, penelitian ini membandingkan&#13;
teknik SMOTE, SMOTE-TomekLinks, dan ADASYN, yang dioptimasi menggunakan&#13;
hyperparameter tuning melalui Randomized Search Cross Validation. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa integrasi ADASYN dengan Random Forest&#13;
memberikan performa terbaik dengan akurasi 0,8757 dan F1-Score 0,6898. Sistem&#13;
yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai media pencatatan data, tetapi&#13;
juga menonjolkan analisis frekuensi kunjungan balita untuk membantu pemantauan&#13;
kepatuhan kunjungan posyandu, menyediakan visualisasi data yang lebih analitik&#13;
untuk melihat tren pertumbuhan dan distribusi status gizi secara individu maupun&#13;
populasi, serta mendukung deteksi dini risiko masalah gizi berbasis machine&#13;
learning. Berdasarkan pengujian User Acceptance Test (UAT) dengan skor 88,17%,&#13;
sistem ini dinyatakan sangat layak untuk membantu kader posyandu dan pihak&#13;
puskesmas dalam melakukan pemantauan berkelanjutan serta perencanaan&#13;
intervensi gizi yang lebih tepat sasaran.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:classification authority="lcc">006 Metode komputer khusus</mods:classification><mods:classification authority="lcc">641 Makanan dan minuman</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>