<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>DAMPAK KEBIJAKAN PROTEKSIONISME CARBON BORDER&#13;
ADJUSTMENT MECHANISM TERHADAP PENJUALAN BUILD YOUR&#13;
DREAM (BYD) CHINA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Yosef Bertold</mods:namePart><mods:namePart type="family">Badar</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini membahas dampak kebijakan Carbon Border Adjustment Mechanism&#13;
(CBAM) Uni Eropa terhadap penjualan BYD China sebagai salah satu produsen&#13;
kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terbesar di dunia. CBAM merupakan&#13;
kebijakan perdagangan berbasis lingkungan yang dirancang untuk mencegah&#13;
fenomena carbon leakage dengan mengenakan penyesuaian biaya karbon terhadap&#13;
produk impor berintensitas emisi tinggi. Dalam praktiknya, kebijakan ini berpotensi&#13;
memengaruhi daya saing produk dari negara non-Uni Eropa, termasuk China, yang&#13;
masih memiliki intensitas emisi listrik relatif tinggi. Penelitian ini menggunakan&#13;
pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan teknik pengumpulan data melalui&#13;
studi kepustakaan. Kerangka analisis yang digunakan adalah teori proteksionisme&#13;
dan teori dynamic capabilities. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, laporan organisasi&#13;
internasional, dokumen kebijakan Uni Eropa, serta laporan industri yang relevan&#13;
dengan sektor kendaraan listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CBAM&#13;
berfungsi sebagai bentuk proteksionisme lingkungan yang secara struktural&#13;
meningkatkan biaya ekspor kendaraan listrik China ke pasar Eropa. Tingginya&#13;
emisi karbon tertanam dalam proses produksi BYD menyebabkan penurunan daya&#13;
saing harga dan berimplikasi pada penurunan volume penjualan dalam jangka&#13;
pendek. Namun demikian, melalui perspektif teori dynamic capabilities, BYD tidak&#13;
diposisikan sebagai aktor pasif. Perusahaan ini menunjukkan kemampuan adaptasi&#13;
strategis melalui identifikasi ancaman regulatif, relokasi fasilitas produksi ke Eropa,&#13;
serta upaya dekarbonisasi rantai pasok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa&#13;
meskipun CBAM memberikan tekanan signifikan terhadap penjualan BYD China&#13;
di pasar Eropa, kebijakan tersebut juga mendorong transformasi strategis&#13;
perusahaan. Dalam jangka panjang, kemampuan adaptasi dinamis BYD berpotensi&#13;
memungkinkan perusahaan untuk mempertahankan daya saing dalam industri&#13;
kendaraan listrik global.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">327 Hubungan internasional</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>