<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PEMBUATAN VIDEO COMPANY PROFILE HOTEL &#13;
CORDELA KARTIKA DEWI YOGYAKARTA&#13;
MENGGUNAKAN TEKNIK VIDEO CINEMATIC</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Trifena Mutiara</mods:namePart><mods:namePart type="family">Putra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis transisi&#13;
video terhadap penyampaian alur cerita dan pengalaman menonton penonton.&#13;
Fenomena peningkatan penggunaan video sebagai media komunikasi visual&#13;
menuntut pentingnya pemahaman terhadap fungsi transisi dalam mendukung&#13;
kualitas narasi audiovisual.&#13;
&#13;
Dalam penelitian ini digunakan dua versi video cinematic berdurasi 1 menit&#13;
dengan konten, durasi, alur, dan storyboard yang sama, namun berbeda pada jenis&#13;
transisi yang digunakan. Video A menggunakan transisi cut dan fade, sedangkan&#13;
Video B menggunakan dissolve dan wipe. Metode penelitian yang digunakan&#13;
adalah pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden&#13;
dengan teknik skala Likert untuk menilai persepsi alur cerita, kenyamanan visual,&#13;
dan keterlibatan emosional. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap ahli videografi&#13;
sebagai pendukung validitas temuan.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Video A dinilai lebih mudah&#13;
dipahami, nyaman ditonton, dan lebih efektif mendukung alur cerita dibandingkan&#13;
Video B. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan transisi yang&#13;
sederhana dan halus lebih mendukung kontinuitas narasi, sedangkan transisi variatif&#13;
perlu digunakan secara selektif sesuai kebutuhan visual. Penelitian ini diharapkan&#13;
menjadi referensi bagi editor multimedia dalam memilih transisi yang sesuai&#13;
dengan konteks storytelling visual.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:classification authority="lcc">006 Metode komputer khusus</mods:classification><mods:classification authority="lcc">777 Sinematografi dan videografi</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-12-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>