<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS PENGARUH DAYA TARIK WISATA, HARGA&#13;
TIKET, DAN FASILITAS TERHADAP PENDAPATAN OBJEK&#13;
WISATA DI INDONESIA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Robet Harjiyanto</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rastamaji</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pariwisata merupakan sektor penting dalam perekonomian suatu daerah&#13;
yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan objek wisata dengan&#13;
mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhinya, Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk menganalisis pengaruh daya tarik wisata, harga tiket,&#13;
fasilitas, terhadap pendapatan wisata di Indonesia.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder&#13;
yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023. Metode&#13;
analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, dengan terlebih&#13;
dahulu dilakukan transformasi logaritma natural (Ln) pada variabel&#13;
pendapatan untuk memenuhi asumsi klasik. Pengolahan data dilakukan&#13;
menggunakan perangkat lunak EViews 13. Uji asumsi klasik yang&#13;
digunakan meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas,&#13;
autokorelasi, dan linearitas.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, daya tarik wisata dan&#13;
fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan wisata,&#13;
sedangkan harga tiket menunjukkan pengaruh negatif terhadap pendapatan&#13;
wisata. Secara simultan, daya tarik wisata, harga tiket, dan  fasilitas&#13;
berpengaruh signifikan terhadap pendapatan wisata di Indonesia. Nilai&#13;
koefisien determinasi (R²) sebesar 0,637349, yang berarti bahwa sebesar&#13;
63,73% variasi pendapatan wisata dapat dijelaskan oleh ketiga variabel&#13;
independen tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar&#13;
model.&#13;
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi&#13;
pengelola objek wisata dan pemerintah daerah dalam merumuskan&#13;
kebijakan pengembangan pariwisata yang berorientasi pada peningkatan&#13;
pendapatan dan keberlanjutan sektor pariwisata.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">330 Ekonomi</mods:classification><mods:classification authority="lcc">332 Ekonomi keuangan</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-03-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ekonomi &amp; Sosial</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>