<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS KOMPARATIF PERFORMA INGRESS&#13;
CONTROLLER NGINX DAN TRAEFIK PADA&#13;
KUBERNETES CLUSTER</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Andhika Bagus</mods:namePart><mods:namePart type="family">Priyotomo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kubernetes telah menjadi standar industri dalam orkestrasi kontainer,&#13;
namun pemilihan Ingress Controller yang tepat, seperti antara NGINX dan Traefik,&#13;
masih menjadi tantangan teknis yang krusial dalam perencanaan infrastruktur&#13;
cloud. Ketidaktepatan dalam pemilihan komponen ini dapat berdampak pada&#13;
degradasi performa aplikasi dan inefisiensi penggunaan sumber daya infrastruktur,&#13;
khususnya pada kondisi beban lalu lintas yang fluktuatif dan tinggi. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk melakukan analisis komparatif secara mendalam terhadap&#13;
performa kedua Ingress Controller tersebut pada lingkungan yang terkendali.&#13;
Metodologi penelitian ini menerapkan pendekatan eksperimental pada lingkungan&#13;
AWS Elastic Kubernetes Service (EKS) yang dibangun menggunakan&#13;
Infrastructure as Code (IaC) melalui Terraform untuk menjamin konsistensi, isolasi&#13;
sumber daya, serta reprodusibilitas pengujian. Pengujian performa dilakukan&#13;
melalui skenario load testing menggunakan k6 sebagai load generator, dengan&#13;
monitoring metrik melalui Prometheus dan visualisasi data menggunakan Grafana.&#13;
Parameter evaluasi difokuskan pada metrik latensi (min, avg, p50, p75, p90, p95,&#13;
p99, max), throughput, error rate, serta konsumsi sumber daya CPU dan memori.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik performa yang berbeda secara&#13;
signifikan, NGINX unggul dalam hal performa latensi pada min, avg, p50, p75,&#13;
p90, p95, kapasitas throughput yang lebih besar, serta penggunaan sumber daya&#13;
CPU dan memori yang lebih efisien namun mengalami error rate sebesar 0,40%&#13;
dari total permintaan sebesar 5.510.671. Di sisi lain, Traefik unggul pada latensi&#13;
p99, dan max, meski menghasilkan kapasitas throughput yang jauh lebih kecil dari&#13;
NGINX, konsumsi sumber daya CPU dan memori yang lebih intensif, namun dapat&#13;
mempertahankan keandalan sistem dengan angka error rate nol persen. Temuan ini&#13;
memberikan kontribusi praktis dalam menentukan Ingress Controller yang optimal&#13;
bagi kebutuhan sistem.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:classification authority="lcc">006 Metode komputer khusus</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>