TY - THES Y1 - 2026/01/23/ PB - Universitas AMIKOM Yogyakarta UR - https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/32235/ M1 - bachelor ID - universitasamikomyogyakarta32235 AV - restricted A1 - Ayun, Qurata TI - ANALISIS EFEKTIVITAS INTERAKSI PENGGUNA PADA APLIKASI PETA BERBASIS AUGMENTED REALITY DAN APLIKASI PETA KONVENSIONAL DALAM MEMBANTU PENGGUNA MENEMUKAN TITIK KEPENTINGAN (POINT OF INTEREST) N2 - Perkembangan fitur Live View berbasis Augmented Reality (AR) pada Google Maps menawarkan pengalaman navigasi yang imersif, namun efektivitasnya dibandingkan peta konvensional dalam menemukan titik kepentingan (Point of Interest) masih menjadi perdebatan. Masalah utama dalam penelitian ini adalah adanya ketidakpastian pengguna mengenai mode navigasi mana yang memberikan efisiensi waktu dan tingkat kegunaan terbaik di lingkungan luar ruangan (outdoor). Dampak dari ketidakefektifan pemilihan alat navigasi tersebut dapat menyebabkan kebingungan visual, peningkatan beban kognitif, dan pemborosan waktu bagi pengguna saat bernavigasi di area yang belum dikenal. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan melibatkan 30 responden melalui tugas menemukan lokasi spesifik di lapangan secara langsung. Efektivitas interaksi diukur menggunakan dua parameter utama, yaitu skor System Usability Scale (SUS) untuk mengevaluasi tingkat kepuasan serta kegunaan sistem, dan pengukuran waktu penyelesaian tugas (time task) untuk mengukur aspek efisiensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Independent Samples T-Test dan uji Mann-Whitney guna membandingkan perbedaan rata-rata antara kedua mode navigasi tersebut secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta konvensional memiliki efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan peta berbasis AR. Berdasarkan uji statistik, terdapat perbedaan signifikan pada aspek usability di mana peta konvensional meraih skor rata-rata SUS sebesar 88,167 (kategori Excellent), sementara peta AR meraih skor 84,667. Dalam aspek efisiensi waktu, peta konvensional juga terbukti lebih cepat secara signifikan dengan nilai p-value 0,002 (p < 0,05). Hasil ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembang aplikasi dalam mengevaluasi antarmuka AR serta membantu masyarakat menentukan metode navigasi yang paling optimal. Penelitian selanjutnya disarankan untuk dilakukan pada kondisi cuaca atau pencahayaan yang berbeda guna memperluas cakupan hasil. KW - Augmented Reality KW - Google Maps KW - Point of Interest KW - System Usability Scale KW - Efektivitas KW - Effectiveness. ER -