<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS EFEKTIVITAS INTERAKSI PENGGUNA PADA&#13;
APLIKASI PETA BERBASIS AUGMENTED REALITY DAN&#13;
APLIKASI PETA KONVENSIONAL DALAM MEMBANTU&#13;
PENGGUNA MENEMUKAN TITIK KEPENTINGAN (POINT&#13;
OF INTEREST)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Qurata</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ayun</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Perkembangan fitur Live View berbasis Augmented Reality (AR) pada Google&#13;
Maps menawarkan pengalaman navigasi yang imersif, namun efektivitasnya&#13;
dibandingkan peta konvensional dalam menemukan titik kepentingan (Point of&#13;
Interest) masih menjadi perdebatan. Masalah utama dalam penelitian ini adalah&#13;
adanya ketidakpastian pengguna mengenai mode navigasi mana yang memberikan&#13;
efisiensi waktu dan tingkat kegunaan terbaik di lingkungan luar ruangan (outdoor).&#13;
Dampak dari ketidakefektifan pemilihan alat navigasi tersebut dapat menyebabkan&#13;
kebingungan visual, peningkatan beban kognitif, dan pemborosan waktu bagi&#13;
pengguna saat bernavigasi di area yang belum dikenal.&#13;
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif&#13;
dengan melibatkan 30 responden melalui tugas menemukan lokasi spesifik di&#13;
lapangan secara langsung. Efektivitas interaksi diukur menggunakan dua parameter&#13;
utama, yaitu skor System Usability Scale (SUS) untuk mengevaluasi tingkat kepuasan&#13;
serta kegunaan sistem, dan pengukuran waktu penyelesaian tugas (time task) untuk&#13;
mengukur aspek efisiensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik&#13;
Independent Samples T-Test dan uji Mann-Whitney guna membandingkan&#13;
perbedaan rata-rata antara kedua mode navigasi tersebut secara signifikan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta konvensional memiliki efektivitas&#13;
yang lebih tinggi dibandingkan peta berbasis AR. Berdasarkan uji statistik, terdapat&#13;
perbedaan signifikan pada aspek usability di mana peta konvensional meraih skor&#13;
rata-rata SUS sebesar 88,167 (kategori Excellent), sementara peta AR meraih skor&#13;
84,667. Dalam aspek efisiensi waktu, peta konvensional juga terbukti lebih cepat&#13;
secara signifikan dengan nilai p-value 0,002 (p &lt; 0,05). Hasil ini diharapkan dapat&#13;
menjadi rujukan bagi pengembang aplikasi dalam mengevaluasi antarmuka AR serta&#13;
membantu masyarakat menentukan metode navigasi yang paling optimal.&#13;
Penelitian selanjutnya disarankan untuk dilakukan pada kondisi cuaca atau pencahayaan yang berbeda&#13;
guna memperluas cakupan hasil.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:classification authority="lcc">004 Pemrosesan data dan ilmu komputer</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>