<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS SENTIMEN DAN UJARAN KEBENCIAN PADA KOMENTAR&#13;
YOUTUBE VIDEO NAJWA SHIHAB ‘SUSAHNYA JADI PEREMPUAN’&#13;
MENGGUNAKAN INDOBERT</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ika</mods:namePart><mods:namePart type="family">Safitri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kolom komentar YouTube pada topik sosial sensitif sering memuat beragam opini,&#13;
mulai dari tanggapan kritis hingga ekspresi bernuansa kebencian, sehingga&#13;
berpotensi menurunkan kualitas diskusi digital. Pada video Najwa Shihab&#13;
“Susahnya Jadi Perempuan part 2”, tingginya volume komentar membuat&#13;
klasifikasi manual tidak efisien dan rentan subjektivitas, sehingga diperlukan&#13;
pendekatan analisis teks otomatis berbasis Natural Language Processing.&#13;
Penelitian ini bertujuan menerapkan model IndoBERT untuk klasifikasi sentimen&#13;
dan deteksi ujaran kebencian pada komentar berbahasa Indonesia pada video&#13;
tersebut. Data dikumpulkan menggunakan YouTube Data API, dipraproses secara&#13;
selektif, dilabeli untuk dua tugas klasifikasi, kemudian digunakan dalam proses&#13;
fine-tuning IndoBERT dengan strategi class-weighted loss untuk menangani&#13;
ketidakseimbangan kelas, serta dibandingkan dengan baseline Majority Class dan&#13;
TF-IDF + Logistic Regression. Hasil pengujian menunjukkan IndoBERT&#13;
melampaui baseline pada analisis sentimen dengan akurasi 80,0% dan F1-score&#13;
makro 0,75. Pada deteksi ujaran kebencian, model mencapai akurasi 66,0% dengan&#13;
F1-score kelas Hate 0,26 dan recall 0,52, yang menunjukkan kemampuan deteksi&#13;
awal pada kelas minoritas yang tidak dicapai baseline. Distribusi hasil&#13;
memperlihatkan sentimen negatif dominan (58,6%), namun hanya 14,3% di&#13;
antaranya tergolong ujaran kebencian. Penelitian ini menjadi studi terapan&#13;
penggunaan IndoBERT pada komentar YouTube bertopik isu gender dan dapat&#13;
dijadikan rujukan metodologis untuk penelitian lanjutan pada domain serupa.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:classification authority="lcc">004 Pemrosesan data dan ilmu komputer</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-23</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>