<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>SISTEM KEAMANAN DATA IOT BERBASIS ENKRIPSI &#13;
AES-128 DAN DETEKSI ANOMALI LSTM DENGAN&#13;
OPTIMASI TENSORFLOW LITE PADA&#13;
PERANGKAT EDGE</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Yunus Eka</mods:namePart><mods:namePart type="family">Prasetyanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Keamanan jaringan pada ekosistem Internet of Things (IoT) menjadi isu&#13;
krusial seiring meningkatnya perangkat terhubung dengan sumber daya komputasi&#13;
terbatas. Ancaman seperti penyadapan data dan serangan intrusi membahayakan&#13;
integritas sistem, sementara metode deteksi konvensional kerap membebani&#13;
kinerja perangkat. Penelitian ini mengusulkan sistem keamanan bertingkat yang&#13;
menggabungkan kriptografi AES-128 untuk kerahasiaan data dan Intrusion&#13;
Detection System (IDS) berbasis Long Short-Term Memory (LSTM) untuk deteksi&#13;
anomali. Model LSTM dilatih menggunakan dataset CICIoT2023 dengan teknik&#13;
SMOTE pada data latih untuk menyeimbangkan kelas (rasio awal&#13;
normal:serangan 1:41), kemudian dioptimasi menggunakan kuantisasi dinamis&#13;
TensorFlow Lite (TFLite) agar efisien dijalankan di perangkat edge. Pengujian&#13;
dilakukan dengan mensimulasikan enkripsi secara terisolasi pada VM 32-bit dan&#13;
pengujian integrasi inferensi pada lingkungan 64-bit. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan model mampu mencapai akurasi&#13;
keseluruhan sebesar 99%, dengan kemampuan mengenali kelas normal yang&#13;
sangat baik (Recall 0,99 dan F1-score 0,83). Konversi ke format TFLite berhasil&#13;
mempercepat waktu inferensi rata-rata hingga 134,3 kali lipat (dari 113,85 ms&#13;
pada model standar menjadi 0,848 ms) tanpa mengorbankan performa deteksi.&#13;
Proses enkripsi AES-128 berjalan sangat efisien dengan latensi di bawah 1 ms.&#13;
Secara akumulatif, integrasi sistem keamanan enkripsi dan deteksi anomali (endto-end)&#13;
&#13;
ini hanya menambah total beban latensi sekitar 1,0 ms, yang sangat&#13;
memenuhi standar real-time untuk aplikasi IoT (umumnya &lt; 100 ms). Penelitian&#13;
ini membuktikan bahwa kombinasi enkripsi simetris dan deteksi anomali berbasis&#13;
kecerdasan buatan yang dioptimasi sangat layak diimplementasikan pada&#13;
ekosistem perangkat edge yang terbatas, meskipun implementasi langsung pada&#13;
perangkat keras fisik masih disarankan untuk pengujian selanjutnya.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-26</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>