<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KOMPARASI MODEL KLASIFIKASI NAÏVE BAYES DAN&#13;
SVM DALAM ANALISIS SENTIMEN RESPON PUBLIK PADA&#13;
MOMEN 100 HARI KERJA PRABOWO DI PLATFORM X</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Alfonsus Ferdy Mahardeka</mods:namePart><mods:namePart type="family">Putra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Perkembangan teknologi informasi telah mendorong media sosial menjadi&#13;
ruang interaksi publik yang penting dalam menyampaikan opini dan tanggapan&#13;
terhadap kebijakan pemerintah. Pada momen 100 hari kerja pemerintahan Prabowo&#13;
Subianto, berbagai tanggapan masyarakat yang muncul di platform X (Twitter)&#13;
membentuk kumpulan data tekstual yang mencerminkan kecenderungan sentimen&#13;
publik. Kondisi tersebut menjadikan platform X sebagai sumber data yang relevan&#13;
untuk dianalisis guna memahami persepsi masyarakat secara lebih luas dan objektif.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecenderungan sentimen publik&#13;
serta membandingkan kinerja dua algoritma klasifikasi teks, yaitu Naïve Bayes dan&#13;
Support Vector Machine (SVM), dalam konteks data sosial-politik berbahasa&#13;
Indonesia.&#13;
Data penelitian terdiri dari 1.369 tweet yang dikumpulkan melalui proses&#13;
scraping. Data tersebut kemudian melalui tahapan pra-pemrosesan teks, pelabelan&#13;
manual, pembobotan Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF),&#13;
serta penyeimbangan data menggunakan Synthetic Minority Oversampling&#13;
Technique (SMOTE) yang diterapkan pada data latih. Model klasifikasi dilatih dan&#13;
dievaluasi menggunakan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score, serta&#13;
divisualisasikan melalui confusion matrix. Selain itu, analisis learning curve&#13;
dilakukan untuk melihat pola pembelajaran masing-masing model.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen publik terhadap 100 hari&#13;
kerja pemerintahan Prabowo Subianto cederung didominnasi oleh sentimen positif&#13;
dan netral. Dari sisi performa model, SVM Linear memperoleh accuracy sebesar&#13;
0,781 dan F1-score sebesar 0,78, lebih tinggi dibandingkan Naïve Bayes dengan&#13;
accuracy sebesar 0,766 dan F1-score sebesar 0,76. Berdasarkan hasil tersebut, SVM&#13;
Linear dapat disimpulkan sebagai model yang lebih optimal dalam analisis&#13;
sentimen publik pada konteks sosial-politik berbahasa Indonesia. Temuan ini&#13;
diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan analisis&#13;
sentimen serta manfaat praktis bagi pemerintah, lembaga survei, dan pengembang&#13;
sistem informasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>