<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KOMPARASI ALGORITMA KNN DAN SVM UNTUK&#13;
DETEKSI PELECEHAN SEKSUAL VERBAL PADA&#13;
KOMENTAR MEDIA SOSIAL TIKTOK</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Peni Febrian</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kristami</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pelecehan seksual secara verbal merupakan salah satu bentuk kekerasan&#13;
yang banyak ditemukan di media sosial, termasuk pada kolom komentar&#13;
pengguna di platform Tik Tok. Intensitas komentar yang tinggi dengan&#13;
karakteristik komentar yang singkat, tidak baku, serta sering disampaikan secara&#13;
implisit menyebabkan komentar sulit terdeteksi. Kondisi ini berpotensi&#13;
menyebabkan lingkungan digital yang tidak aman khususnya yang menjadi objek&#13;
seksualisasi. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model klasifikasi yang&#13;
mampu mendeteksi komentar bermuatan pelecehan seksual verbal dengan&#13;
membandingkan dua algoritma klasifikasi, yaitu K-Nearest Neighbor (KNN) dan&#13;
Support Vector Machine (SVM). Data penelitian berjumlah 7.063 yang didapat&#13;
dari komentar konten publik figur Korea di Tik Tok, kemudian diberi label secara&#13;
manual ke dalam kelas pelecehan seksual dan non-pelecehan seksual. Data&#13;
komentar diproses melalui tahap pembersihan teks, transformasi data teks ke&#13;
dalam bentuk vektor numerik menggunakan word embedding LaBSE&#13;
(Language-agnostic BERT Sentence Embedding), serta pembagian data. Kedua&#13;
algoritma dilatih dengan data yang sama dan dievaluasi menggunakan metrik&#13;
accuracy, precision, recall, dan F1-score untuk mengetahui performa model&#13;
dalam mendeteksi komentar pelecehan seksual verbal. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan algoritma SVM dengan skenario pembagian data 80:20 memberikan&#13;
performa lebih baik dan stabil dibandingkan KNN. Nilai akurasi mencapai 84%&#13;
dengan nilai recall dan F1-score kelas pelecehan seksual lebih tinggi dibanding&#13;
KNN, menunjukkan kemampuan SVM lebih baik dalam mendeteksi kelas&#13;
minoritas. Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan kombinasi algoritma&#13;
SVM dan LaBSE lebih efektif dalam mendeteksi komentar pelecehan seksual&#13;
verbal berbasis teks dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan sistem&#13;
moderasi konten platform media sosial guna menciptakan ruang digital yang lebih&#13;
aman.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-24</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>