<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS KOMPARATIF ARSITEKTUR EFFICIENTNET DAN MOBILENET UNTUK KLASIFIKASI KESUBURAN TELUR BEBEK BERDASARKAN CITRA CANDLING PADA PLATFORM ANDROID</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nasrul Amin</mods:namePart><mods:namePart type="family">Muis</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini melakukan analisis komparatif untuk mengukur dan&#13;
membandingkan kinerja dua arsitektur Convolutional Neural Network (CNN),&#13;
yaitu EfficientNet V2 B0 dan MobileNet V3 Large. Untuk mempercepat proses&#13;
pelatihan, penelitian ini mengimplementasikan teknik transfer learning dengan&#13;
menggunakan dataset citra candling telur publik dari platform Roboflow. Kinerja&#13;
kedua model dievaluasi berdasarkan dua kategori utama. akurasi klasifikasi dan&#13;
efisiensi pada perangkat mobile.&#13;
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa EfficientNetV2B0 mencapai akurasi&#13;
yang jauh lebih unggul dengan nilai accuracy 98%, F1-Score 0.9773, dan AUC&#13;
0.998. Di sisi lain, MobileNetV3Large mencatatkan akurasi yang lebih rendah&#13;
sebesar 86%, F1-Score 0.8637, dan AUC 0.931. Namun, dalam hal performa di&#13;
perangkat mobile, MobileNetV3Large terbukti lebih efisien dengan ukuran model&#13;
TF Lite hanya 13.73 MB dan kecepatan inferensi rata-rata 8.7 ms. Sebagai&#13;
perbandingan, EfficientNetV2B0 memiliki ukuran model TF Lite 25.35 MB dan&#13;
kecepatan inferensi 26.7 ms.&#13;
Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa EfficientNetV2B0 menawarkan&#13;
akurasi tertinggi, sementara MobileNetV3Large memberikan keseimbangan&#13;
terbaik antara akurasi yang cukup dengan efisiensi yang baik, menjadikannya&#13;
lebih cepat dan ringan untuk implementasi pada aplikasi Android. Aplikasi yang&#13;
dikembangkan diharap dapat menjadi solusi praktis dan akurat bagi para peternak&#13;
bebek untuk menekan potensi kerugian, dan mempermudah proses penyortiran&#13;
telur tanpa memerlukan keahlian khusus.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-22</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>