<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS IMPLEMENTASI INTRUSION DETECTION&#13;
SISTEM SNORT DALAM MENDETEKSI SERANGAN BRUTE&#13;
FORCE SSH</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ahmad</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rizaldi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Keamanan jaringan komputer merupakan hal yang sangat penting&#13;
diperhatikan mengingat di era digital sekarang teknologi makin berkembang dan&#13;
ancaman pun makin banyak, serangan cyber yang sering terjadi sangat merugikan&#13;
bagi pihak-pihak instansi bahkan masyarakat pun ikut terkena dampaknya. Salah&#13;
satu ancaman yang sering terjadi adalah serangan Brute Force pada layanan&#13;
Secure Shell (SSH). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi&#13;
Intrusion Detection System (IDS) berbasis Snort dalam mendeteksi serangan&#13;
Brute Force pada protokol SSH. Metode penelitian yang digunakan adalah&#13;
pendekatan eksperimental dengan melakukan konfigurasi pada Snort yang&#13;
terinstal pada sistem operasi Ubuntu sebagai pendeteksi serangan intrusi.&#13;
Serangan Brute Force SSH dilakukan menggunakan Hydra. Data hasil serangan&#13;
dianalisis berdasarkan log yang dihasilkan oleh Snort. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa Snort mampu mendeteksi seluruh skenario serangan Brute&#13;
Force yang di lakukan secara konsisten. Berdasarkan enam kali percobaan&#13;
serangan, Snort berhasil menghasilkan alert sesuai dengan custom rules yang&#13;
dibuat, dengan waktu deteksi berada pada rentang 1 hingga 3 detik. Variasi waktu&#13;
deteksi dipengaruhi oleh kompleksitas password yang digunakan, di mana&#13;
password dengan tingkat kompleksitas lebih tinggi menyebabkan threshold rules&#13;
Snort terpenuhi dalam waktu yang lebih lama. Berdasarkan hasil tersebut, dapat&#13;
disimpulkan bahwa sistem Intrusion Detection System berbasis Snort memiliki&#13;
efektivitas yang baik dalam mendeteksi serangan Brute Force pada protokol SSH&#13;
secara cepat, konsisten, dan andal, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu&#13;
solusi dalam meningkatkan keamanan jaringan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:classification authority="lcc">004 Pemrosesan data dan ilmu komputer</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-12-19</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>