eprintid: 31925 rev_number: 16 eprint_status: archive userid: 12 dir: disk0/00/03/19/25 datestamp: 2026-07-06 01:53:33 lastmod: 2026-07-06 01:53:33 status_changed: 2026-07-06 01:53:33 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: Zachaweus, Elizabeth Nagita P.S.H. creators_nim: 22.83.0931 contributors_name: Ariyus, Dony corp_creators: Universitas AMIKOM Yogyakarta title: ANALISIS KEAMANAN STEGANOGRAFI CITRA DIGITAL BERBASIS ELLIPTIC CURVE CRYPTOGRAPHY (ECC), DISCRETE COSINE TRANSFORM (DCT), DAN LEAST SIGNIFICANT BIT (LSB) DENGAN OPTIMASI ALGORITMA GENETIKA ispublished: pub subjects: 000.000.000A subjects: 000.000.005 divisions: tk full_text_status: restricted keywords: Steganografi, ECC, DCT, LSB, Algoritma Genetika, steganography, genetic algorithm. abstract: Steganografi citra digital merupakan teknik pengamanan informasi yang tidak hanya melindungi isi pesan, tetapi juga menyamarkan keberadaannya agar sulit terdeteksi. Namun, penerapannya sering menghadapi tantangan berupa penurunan kualitas citra, meningkatnya ukuran file stego, serta potensi deteksi statistik. Penelitian ini mengusulkan sistem steganografi citra berbasis Elliptic Curve Cryptography (ECC) yang dioptimasi menggunakan Algoritma Genetika (GA) dan dilengkapi Reed–Solomon (RS) sebagai koreksi error. Sistem diimplementasikan menggunakan dua metode penyisipan, yaitu Least Significant Bit (LSB) sebagai domain spasial dan Discrete Cosine Transform (DCT) sebagai domain frekuensi. Pengujian dilakukan pada beberapa citra PNG dengan parameter evaluasi meliputi PSNR, MSE, Chi-Square, Bit Error Rate (BER), waktu komputasi, serta perubahan ukuran file stego. Hasil menunjukkan bahwa metode LSB menghasilkan kualitas citra yang sangat tinggi dengan PSNR 75,60–81,57 dB dan MSE 0,00045–0,00179, disertai nilai Chi-Square yang sangat rendah, sehingga perubahan citra hampir tidak terdeteksi secara visual maupun statistik. Selain itu, LSB memiliki waktu embedding lebih cepat (±0,60–0,68 detik) serta ukuran file stego yang stabil atau cenderung lebih kecil akibat efisiensi kompresi PNG. Sebaliknya, metode DCT menghasilkan PSNR lebih rendah (48,27–54,42 dB) dan MSE lebih tinggi akibat modifikasi koefisien frekuensi. Nilai Chi-Square DCT cenderung sangat besar, mencerminkan perubahan struktur frekuensi yang signifikan, serta waktu komputasi lebih lama (±0,97–1,87 detik). Secara keseluruhan, metode LSB lebih unggul dalam kualitas visual, efisiensi, dan ketidakterdeteksian spasial, sedangkan DCT menawarkan keunggulan teoritis dalam ketahanan terhadap manipulasi berbasis frekuensi. date: 2025-12-09 date_type: published institution: Universitas AMIKOM Yogyakarta department: Fakultas Ilmu Komputer thesis_type: bachelor thesis_name: skripsi citation: Zachaweus, Elizabeth Nagita P.S.H. (2025) ANALISIS KEAMANAN STEGANOGRAFI CITRA DIGITAL BERBASIS ELLIPTIC CURVE CRYPTOGRAPHY (ECC), DISCRETE COSINE TRANSFORM (DCT), DAN LEAST SIGNIFICANT BIT (LSB) DENGAN OPTIMASI ALGORITMA GENETIKA. S1 - Sarjana thesis, Universitas AMIKOM Yogyakarta. document_url: https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/31925/1/COVER.pdf document_url: https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/31925/2/BAB%20I.pdf document_url: https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/31925/3/BAB%20II.pdf document_url: https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/31925/4/BAB%20III.pdf document_url: https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/31925/5/BAB%20IV.pdf document_url: https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/31925/6/BAB%20V.pdf document_url: https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/31925/7/Daftar%20Pustaka%20dan%20Lampiran.pdf document_url: https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/31925/8/Sourcecode%20-%2022.83.0931.zip document_url: https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/31925/9/Publikasi.pdf