<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS KEAMANAN STEGANOGRAFI CITRA DIGITAL BERBASIS &#13;
ELLIPTIC CURVE CRYPTOGRAPHY (ECC), DISCRETE COSINE&#13;
TRANSFORM (DCT), DAN LEAST SIGNIFICANT BIT (LSB) DENGAN&#13;
OPTIMASI ALGORITMA GENETIKA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Elizabeth Nagita P.S.H.</mods:namePart><mods:namePart type="family">Zachaweus</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Steganografi citra digital merupakan teknik pengamanan informasi yang &#13;
tidak hanya melindungi isi pesan, tetapi juga menyamarkan keberadaannya agar&#13;
sulit terdeteksi. Namun, penerapannya sering menghadapi tantangan berupa&#13;
penurunan kualitas citra, meningkatnya ukuran file stego, serta potensi deteksi&#13;
statistik. Penelitian ini mengusulkan sistem steganografi citra berbasis Elliptic&#13;
Curve Cryptography (ECC) yang dioptimasi menggunakan Algoritma Genetika&#13;
(GA) dan dilengkapi Reed–Solomon (RS) sebagai koreksi error. Sistem&#13;
diimplementasikan menggunakan dua metode penyisipan, yaitu Least Significant&#13;
Bit (LSB) sebagai domain spasial dan Discrete Cosine Transform (DCT) sebagai&#13;
domain frekuensi.&#13;
Pengujian dilakukan pada beberapa citra PNG dengan parameter evaluasi&#13;
meliputi PSNR, MSE, Chi-Square, Bit Error Rate (BER), waktu komputasi, serta&#13;
perubahan ukuran file stego. Hasil menunjukkan bahwa metode LSB&#13;
menghasilkan kualitas citra yang sangat tinggi dengan PSNR 75,60–81,57 dB dan&#13;
MSE 0,00045–0,00179, disertai nilai Chi-Square yang sangat rendah, sehingga&#13;
perubahan citra hampir tidak terdeteksi secara visual maupun statistik. Selain itu,&#13;
LSB memiliki waktu embedding lebih cepat (±0,60–0,68 detik) serta ukuran file&#13;
stego yang stabil atau cenderung lebih kecil akibat efisiensi kompresi PNG.&#13;
Sebaliknya, metode DCT menghasilkan PSNR lebih rendah (48,27–54,42&#13;
dB) dan MSE lebih tinggi akibat modifikasi koefisien frekuensi. Nilai Chi-Square&#13;
DCT cenderung sangat besar, mencerminkan perubahan struktur frekuensi yang&#13;
signifikan, serta waktu komputasi lebih lama (±0,97–1,87 detik). Secara&#13;
keseluruhan, metode LSB lebih unggul dalam kualitas visual, efisiensi, dan&#13;
ketidakterdeteksian spasial, sedangkan DCT menawarkan keunggulan teoritis&#13;
dalam ketahanan terhadap manipulasi berbasis frekuensi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:classification authority="lcc">005 Pemrograman komputer, program dan data</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-12-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>