%L universitasamikomyogyakarta31895 %D 2026 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K Animasi 2D, Shading, Compositing, Adobe After Effect, Efek Visual, 2D Animation, Visual Effects. %A Leinardy Pratama %X Di era digital, animasi 2D berkembang pesat sehingga penciptaan kedalaman visual dan atmosfer secara efisien menjadi tantangan. Dalam produksi film animasi 2D “One Dish, Many Stories”, proses shading yang dilakukan secara manual dan frame-by-frame dapat memakan waktu cukup lama serta membatasi dampak emosional dan kualitas sinematik. Penelitian ini berfokus pada analisis dan implementasi teknik shading pada tahap compositing untuk meningkatkan efisiensi produksi dan konsistensi visual. Solusi yang diterapkan menggunakan alur kerja compositing di Adobe After Effects dengan teknik isolasi warna melalui plugin OLM Color Keep, sehingga setiap warna karakter dipisahkan ke layer independen. Shading kemudian dilakukan dengan pendekatan ganda, yaitu prosedural menggunakan efek layer untuk menjaga konsistensi dan manual menggunakan shape layer bergradien untuk menghasilkan soft shading yang lebih organik. Kombinasi ini memberikan kontrol artistik tinggi sekaligus mempertahankan efisiensi kerja. Hasilnya adalah alur shading yang konsisten. Dampak jangka panjangnya terletak pada peluang eksplorasi artistik yang lebih luas pada tahap pasca produksi, memungkinkan perubahan pencahayaan dan atmosfer secara terkontrol tanpa kembali ke tahap awal produksi. Teknik ini diharapkan menjadi referensi praktis bagi animator dan compositor dalam mengoptimalkan shading animasi 2D secara efektif dan efisien. %T ANALISIS DAN IMPLEMENTASI TEKNIK SHADING PADA TAHAP COMPOSITING DALAM ANIMASI 2D “ONE DISH, MANY STORIES”