<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS DAN IMPLEMENTASI TEKNIK SHADING PADA&#13;
TAHAP COMPOSITING DALAM ANIMASI 2D “ONE DISH,&#13;
MANY STORIES”</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Leinardy</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pratama</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Di era digital, animasi 2D berkembang pesat sehingga penciptaan&#13;
kedalaman visual dan atmosfer secara efisien menjadi tantangan. Dalam produksi&#13;
film animasi 2D “One Dish, Many Stories”, proses shading yang dilakukan secara&#13;
manual dan frame-by-frame dapat memakan waktu cukup lama serta membatasi&#13;
dampak emosional dan kualitas sinematik. Penelitian ini berfokus pada analisis dan&#13;
implementasi teknik shading pada tahap compositing untuk meningkatkan efisiensi&#13;
produksi dan konsistensi visual. &#13;
Solusi yang diterapkan menggunakan alur kerja compositing di Adobe After&#13;
Effects dengan teknik isolasi warna melalui plugin OLM Color Keep, sehingga&#13;
setiap warna karakter dipisahkan ke layer independen. Shading kemudian&#13;
dilakukan dengan pendekatan ganda, yaitu prosedural menggunakan efek layer&#13;
untuk menjaga konsistensi dan manual menggunakan shape layer bergradien untuk&#13;
menghasilkan soft shading yang lebih organik. Kombinasi ini memberikan kontrol&#13;
artistik tinggi sekaligus mempertahankan efisiensi kerja. &#13;
Hasilnya adalah alur shading yang konsisten. Dampak jangka panjangnya&#13;
terletak pada peluang eksplorasi artistik yang lebih luas pada tahap pasca produksi,&#13;
memungkinkan perubahan pencahayaan dan atmosfer secara terkontrol tanpa&#13;
kembali ke tahap awal produksi. Teknik ini diharapkan menjadi referensi praktis&#13;
bagi animator dan compositor dalam mengoptimalkan shading animasi 2D secara&#13;
efektif dan efisien.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:classification authority="lcc">741 Gambar dan seni menggambar</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-24</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>