<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>EVALUASI PENERAPAN STANDART &amp; EXTENDED&#13;
ACCESS CONTROL LIST (ACL) SEBAGAI LAPISAN&#13;
KEAMANAN JARINGAN MENGGUNAKAN                             &#13;
CISCO PACKET TRACER</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhammad Mujahiddin</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rais</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Keamanan jaringan tradisional yang mengandalkan perlindungan perimeter&#13;
cenderung menerapkan kepercayaan implisit (implicit trust) terhadap lalu lintas&#13;
internal, sehingga rentan terhadap serangan yang berhasil menembus pertahanan&#13;
awal dan bergerak secara lateral di dalam jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menganalisis penerapan arsitektur keamanan Zero Trust Architecture (ZTA)&#13;
menggunakan Extended Access Control List (ACL) sebagai mekanisme Policy&#13;
Enforcement Point (PEP) pada simulator Cisco Packet Tracer. Prinsip Zero Trust&#13;
yang diterapkan meliputi micro-segmentation, verify explicitly, dan least privilege&#13;
untuk membatasi akses antar zona jaringan, yaitu Marketing, Finance, dan Server. &#13;
Metode penelitian dilakukan melalui simulasi dan pengujian tiga skenario&#13;
jaringan, yaitu jaringan tanpa ACL (baseline), jaringan dengan Standard ACL, dan&#13;
jaringan dengan Extended ACL. Evaluasi difokuskan pada efektivitas mekanisme&#13;
kontrol akses dalam membatasi akses tidak sah dan mencegah pergerakan lateral&#13;
antar VLAN. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Extended ACL mampu&#13;
menerapkan kontrol akses secara granular dengan memblokir 100% akses ilegal&#13;
berbasis protokol ICMP (Ping) serta hanya mengizinkan layanan HTTP sesuai&#13;
kebijakan yang ditetapkan. &#13;
Selain peningkatan keamanan, penerapan Extended ACL juga memberikan&#13;
dampak terhadap kinerja jaringan berupa peningkatan latensi pemrosesan dan&#13;
penurunan kapasitas lalu lintas data. Meskipun terjadi penurunan performa akibat&#13;
proses inspeksi paket, nilai keterlambatan yang dihasilkan masih berada dalam&#13;
batas toleransi jaringan lokal. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan&#13;
bahwa Extended ACL efektif digunakan untuk merealisasikan prinsip Zero Trust&#13;
Architecture dan meningkatkan keamanan internal jaringan tanpa mengorbankan&#13;
ketersediaan layanan secara signifikan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>