<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERBANDINGAN KINERJA VIRTUAL MACHINE AZURE&#13;
DAN AWS PADA HYBRID CLOUD</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Putri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rahmawati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Perkembangan dalam teknologi komputasi awan mendorong banyak&#13;
lembaga untuk menggunakan layanan cloud sebagai infrastruktur inti dalam&#13;
teknologi informasi. Namun, penggunaan satu penyedia layanan cloud sering kali&#13;
menimbulkan keterbatasan dalam hal fleksibilitas, ketergantungan pada vendor,&#13;
serta risiko gangguan layanan. Situasi ini mempengaruhi ketersediaan sistem dan&#13;
efisiensi pengelolaan sumber daya. Oleh sebab itu, diperlukan opsi lain melalui&#13;
penerapan hybrid cloud yang menggabungkan lebih dari satu platform cloud untuk&#13;
meningkatkan keandalan dan performa sistem.&#13;
Penelitian ini menerapkan metode eksperimental kuantitatif dengan&#13;
melakukan evaluasi langsung terhadap kinerja Mesin Virtual (VM) pada platform&#13;
Microsoft Azure dan Amazon Web Services (AWS). Langkah-langkah penelitian&#13;
terdiri dari pembuatan dan pengaturan VM, konfigurasi jaringan dan aspek&#13;
keamanan, pengujian konektivitas antar cloud, serta pemantauan kinerja melalui&#13;
Azure Monitor dan AWS CloudWatch. Parameter yang dianalisis mencakup CPU,&#13;
memori (RAM), I/O disk, kinerja jaringan, dan latensi. Data yang diperoleh dari&#13;
pengujian dikumpulkan dan diproses menggunakan Microsoft Excel untuk analisis&#13;
yang bersifat deskriptif dan komparatif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa VM pada platform Azure dan AWS&#13;
memiliki performa yang stabil dengan karakteristik yang berbeda. Azure unggul&#13;
dalam kestabilan alokasi sumber daya, sedangkan AWS menawarkan fleksibilitas&#13;
performa melalui mekanisme burstable CPU. Pengujian lintas cloud menunjukkan&#13;
komunikasi yang andal dengan nilai latency rata-rata sekitar 50 ms tanpa packet&#13;
loss. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh praktisi teknologi informasi,&#13;
institusi pendidikan, serta organisasi yang membutuhkan referensi dalam penerapan&#13;
dan evaluasi infrastruktur hybrid cloud. Penelitian selanjutnya disarankan untuk&#13;
menguji skenario beban kerja yang lebih kompleks dan analisis biaya operasional.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-20</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>