<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS KINERJA DISTRIBUSI BEBAN VIRTUAL&#13;
MACHINE PADA PROXMOX VE CLUSTER BERBASIS DUA&#13;
NODE SERVER DALAM LINGKUNGAN VIRTUALISASI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhammad Saiful</mods:namePart><mods:namePart type="family">Aji</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kinerja yang lebih rendah, penggunaan daya yang tidak efisien, dan risiko&#13;
downtime layanan yang lebih tinggi dapat disebabkan oleh distribusi beban virtual&#13;
machine (VM) yang tidak merata.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk&#13;
mengevaluasi distribusi beban pada cluster Proxmox VE dua node melalui berbagai&#13;
skenario beban kerja: ringan, normal, berat, dan anomali. Selain itu, penelitian ini&#13;
juga mengevaluasi kinerja CPU, memori, dan kemampuan migrasi otomatis untuk&#13;
menjaga keseimbangan beban.  Evaluasi juga mencakup dampak migrasi terhadap&#13;
parameter Quality of Service (QoS) jaringan seperti throughput, delay, dan packet&#13;
loss.&#13;
Penelitian dilakukan dengan membangun cluster Proxmox VE dua node&#13;
yang terhubung melalui jaringan 10 Gbps dan menjalankan beberapa virtual&#13;
machine (VM) dengan beban stress-ng. Proses migrasi dipantau, dan data&#13;
dikumpulkan melalui pengawasan Proxmox dan pengujian jaringan selama 120&#13;
detik menggunakan iperf3 dan ping.  Hasil menunjukkan bahwa migrasi otomatis&#13;
bekerja baik pada skenario ringan hingga normal, tetapi kurang ideal pada beban&#13;
berat dan anomali karena konsumsi CPU dan I/O yang tinggi. QoS tetap stabil tanpa&#13;
kehilangan paket, dan throughput sempat turun sesaat dan delay sedikit meningkat&#13;
pada beban ekstrem.&#13;
Cluster dua node membutuhkan jaringan berkecepatan tinggi, penyimpanan&#13;
stabil, penyesuaian threshold migrasi otomatis, dan pemantauan sumber daya&#13;
secara real-time agar berfungsi dengan baik.  Studi ini menemukan bahwa migrasi&#13;
otomatis Proxmox VE dapat membantu distribusi beban; namun, kinerjanya&#13;
bergantung pada konfigurasi sistem dan tingkat beban kerja.  Cluster dua node dapat&#13;
memberikan efisiensi dan stabilitas yang lebih baik dalam lingkungan operasional&#13;
nyata dengan pengaturan yang tepat.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-21</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>