%0 Thesis %9 S1 - Sarjana %A Faisal, Muhammad Rofiq %A Universitas AMIKOM Yogyakarta, %B Fakultas Ilmu Komputer %D 2026 %F universitasamikomyogyakarta:31845 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K Prediksi Bug, Just-In-Time, Random Forest, ApacheJIT, Scikit-learn. %T EKSPERIMEN ALGORITMA RANDOM FOREST UNTUK PREDIKSI BUG JUST-IN-TIME PADA PERANGKAT LUNAK OPEN-SOURCE MENGGUNAKAN DATASET APACHEJIT %U https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/31845/ %X Kualitas perangkat lunak dipengaruhi oleh kemampuan sistem dalam mengidentifikasi kesalahan lebih awal selama proses pengembangan. Just-in-Time Defect Prediction (JIT-DP) adalah metode yang memperkirakan kemungkinan terjadinya bug saat commit dilakukan dengan memanfaatkan metrik perubahan kode dan aktivitas pengembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menilai model prediksi bug berbasis algoritma Random Forest menggunakan Dataset ApacheJIT yang mencakup metrik tingkat commit dari berbagai proyek perangkat lunak open-source. Langkah-langkah dalam penelitian ini mencakup pra-pemrosesan data, pembagian data dengan dua metode validasi (Random Split dan Chronological Split), pelatihan model, dan penilaian performa menggunakan metrik Recall, Precision, F1-score, ROC-AUC, dan MCC. Hasil dari eksperimen menunjukkan bahwa Random Forest dapat memberikan performa prediksi yang konsisten pada kedua metode validasi, meskipun Random Split menunjukkan performa yang lebih tinggi secara statistik. Namun, metode Chronological Split dianggap lebih representatif karena mencerminkan sifat waktu dalam alur commit dan mengurangi risiko kebocoran data. Analisis Feature Importance menunjukkan bahwa ukuran perubahan kode, terutama jumlah baris yang ditambahkan dan dihapus, adalah indikator utama dalam mempengaruhi terjadinya commit cacat. Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang menekankan pentingnya metrik perubahan dalam metode JIT-DP. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma Random Forest efektif digunakan dalam tugas prediksi bug berbasis commit, dengan efisiensi komputasi yang baik dan kemampuan interpretasi yang cukup. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi landasan untuk mengembangkan alat bantu kualitas perangkat lunak yang dapat memberi peringatan dini kepada pengembang tentang risiko cacat pada tahap commit.