<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMA FHRP DENGAN&#13;
ROUTING PROTOKOL BGP DAN RIPv2</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Cutri Rahmi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ruindungan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan performa&#13;
First Hop Redundancy Protocol (FHRP) yang dikombinasikan dengan protokol&#13;
routing Border Gateway Protocol (BGP) dan Routing Information Protocol versi 2&#13;
(RIPv2) dalam mendukung ketersediaan dan keandalan jaringan komputer. FHRP&#13;
digunakan sebagai mekanisme redundansi gateway untuk mengatasi permasalahan&#13;
kegagalan gateway, sedangkan BGP dan RIPv2 berperan dalam pengelolaan jalur&#13;
routing dengan karakteristik yang berbeda. Penelitian ini dilakukan untuk&#13;
mengetahui pengaruh kombinasi FHRP dengan masing-masing protokol routing&#13;
terhadap performa jaringan. &#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi jaringan menggunakan&#13;
Graphical Network Simulator-3 (GNS3). Topologi jaringan dirancang dengan&#13;
menerapkan FHRP pada gateway dan protokol routing BGP serta RIPv2 sebagai&#13;
skenario pengujian. Pengukuran performa jaringan dilakukan berdasarkan&#13;
parameter Quality of Service (QoS), meliputi downtime, throughput, delay, packet&#13;
loss, dan round trip time (RTT). Proses pengujian dilakukan dengan&#13;
mensimulasikan kondisi kegagalan pada router aktif untuk mengamati mekanisme&#13;
failover serta dampaknya terhadap kualitas layanan jaringan. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa FHRP mampu meningkatkan&#13;
ketersediaan jaringan melalui mekanisme failover gateway yang cepat dan stabil,&#13;
sehingga mampu meminimalkan downtime dan packet loss. Kombinasi FHRP&#13;
dengan BGP memberikan performa yang lebih baik pada jaringan berskala besar&#13;
dengan throughput yang lebih tinggi, meskipun memiliki waktu konvergensi yang&#13;
relatif lebih lama. Sementara itu, kombinasi FHRP dengan RIPv2 menawarkan&#13;
kemudahan konfigurasi dan konvergensi yang cepat pada jaringan sederhana,&#13;
namun memiliki keterbatasan dari sisi skalabilitas. Dengan demikian, pemilihan&#13;
protokol yang digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan jaringan, skala&#13;
implementasi, serta tingkat keandalan yang diinginkan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-18</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>