<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS DETEKSI PENYAKIT DIABETES DENGAN&#13;
KELAS YANG TIDAK SEIMBANG DITANGANI&#13;
 TEKNIK SMOTE-ENN  PADA ALGORITMA &#13;
MACHINE LEARNING</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Fransiskus Wilis Alit</mods:namePart><mods:namePart type="family">Narantoko</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi&#13;
tinggi yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius apabila tidak terdeteksi&#13;
sejak dini. Penerapan machine learning dalam deteksi diabetes sering menghadapi&#13;
permasalahan ketidakseimbangan kelas (class imbalance), di mana jumlah data&#13;
penderita diabetes jauh lebih sedikit dibandingkan data non-diabetes, sehingga&#13;
menurunkan kemampuan model dalam mengenali kelas minoritas. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik SMOTE-ENN (Synthetic Minority&#13;
Over-sampling Technique with Edited Nearest Neighbors) dalam menangani&#13;
ketidakseimbangan kelas serta membandingkan kinerja beberapa algoritma&#13;
machine learning dalam mendeteksi penyakit diabetes. Dataset yang digunakan&#13;
adalah Behavioral Risk Factor Surveillance System (BRFSS) tahun 2015 yang&#13;
terdiri dari 253.680 data dengan 22 variabel indikator kesehatan. Tahapan&#13;
penelitian meliputi preprocessing data, penerapan SMOTE-ENN, pelatihan model&#13;
menggunakan algoritma Logistic Regression, K-Nearest Neighbors, Random&#13;
Forest, dan XGBoost, serta evaluasi model menggunakan metrik accuracy,&#13;
precision, recall, F1-score, dan AUC-ROC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&#13;
penerapan SMOTE-ENN mampu meningkatkan performa model dalam mendeteksi&#13;
kelas minoritas diabetes. Berdasarkan hasil evaluasi, algoritma Random Forest&#13;
memberikan performa terbaik dengan nilai akurasi sebesar 95,85%, sehingga&#13;
dinilai paling efektif dalam mendeteksi penyakit diabetes. Model terbaik&#13;
selanjutnya diimplementasikan dalam bentuk aplikasi web berbasis Flask untuk&#13;
membantu prediksi risiko diabetes secara interaktif.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>