%0 Thesis %9 S1 - Sarjana %A -, Suciati %A Universitas AMIKOM Yogyakarta, %B Fakultas Ilmu Komputer %D 2026 %F universitasamikomyogyakarta:31824 %I Universitas AMIKOM Yogyakarta %K OSPF, EIGRP,RIP, GNS3, Kinerja jaringan, Network Performa. %T ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMA ROUTING DINAMIS PADA IPV6 DAN IPV4 MENGGUNAKAN GNS3 %U https://eprints.amikom.ac.id/id/eprint/31824/ %X Perkembangan jaringan komputer menuntut penggunaan protokol routing dinamis yang mampu memberikan kinerja optimal, stabil, dan andal pada berbagai skala jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja protokol routing dinamis Open Shortest Path First (OSPF), Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP), dan Routing Information Protocol (RIP) pada lingkungan jaringan berbasis Internet Protocol versi 4 (IPv4) dan Internet Protocol versi 6 (IPv6). Perbandingan dilakukan untuk mengetahui perbedaan performa masing-masing protokol dalam menangani lalu lintas jaringan yang padat dan dinamis. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi jaringan menggunakan perangkat lunak Graphical Network Simulator-3 (GNS3). Tahapan penelitian meliputi studi literatur, perancangan sistem jaringan yang mencakup topologi, pengalamatan IP, dan konfigurasi protokol routing, implementasi skenario pengujian, serta pengambilan dan analisis data hasil pengujian. Parameter Quality of Service (QoS) yang dianalisis meliputi throughput, delay, jitter, dan round trip time (RTT), dengan pengukuran dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak Wireshark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSPF dan EIGRP memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan RIP pada jaringan IPv4 maupun IPv6. EIGRP unggul dalam kecepatan konvergensi dan menghasilkan nilai throughput tertinggi pada jaringan IPv6 sebesar 76,185 B/s. Namun, secara keseluruhan, OSPF menunjukkan performa yang paling stabil dan unggul dalam parameter QoS, dengan nilai delay terendah sebesar 0,625 ms pada IPv4 dan 0,545 ms pada IPv6, RTT tercepat sebesar 85 ms pada IPv4, serta jitter paling stabil sebesar 0,539 ms pada IPv6. Sebaliknya, RIP memiliki performa terendah dengan nilai delay dan jitter tertinggi, sehingga kurang efisien untuk jaringan berskala besar dan padat.