<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS APLIKASI GRATIS PADA PLATFORM PLAY &#13;
STORE KATEGORI GAME DAN PRODUCTIVITY MELALUI&#13;
PENDEKATAN STATIS DAN DINAMIS</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Fanny Aulia Rasuna</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rayes</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Skripsi ini berawal dari kegelisahan soal banyaknya aplikasi gratis di Play&#13;
Store khususnya di kategori game dan produktivitas yang sering kali minta izin&#13;
akses aneh-aneh ke perangkat orang-orang, seperti lokasi, kamera, atau data&#13;
telepon. Padahal, kalau dipikir-pikir, banyak dari izin tersebut yang sebenarnya&#13;
nggak nyambung sama fungsi utama aplikasinya. Hal ini tentu jadi ancaman buat&#13;
privasi data yang mungkin saja disalahgunakan tanpa disadari.&#13;
Untuk mendapatkan hasil yang benar-benar akurat, peneliti nggak cuma&#13;
mengandalkan satu cara saja. Peneliti menggabungkan dua metode, yaitu MobSF&#13;
dan JADX-GUI. MobSF akan dipakai untuk pemindaian otomatis agar lebih cepat&#13;
melihat skor keamanan dan deteksi pelacaknya. Tapi, karena hasil otomatis itu&#13;
sering kali cuma menyentuh bagian "kulit luar" saja atau bahkan salah tebak (false&#13;
positive), peneliti pun melakukan validasi manual pakai JADX-GUI. Dengan alat&#13;
ini, peneliti membongkar langsung kode sumber aplikasinya untuk memastikan&#13;
apakah izin berbahaya yang terdeteksi itu memang benar-benar dijalankan dalam&#13;
sistemnya atau cuma sekadar akses yang nggak perlu.&#13;
Hasilnya cukup menarik. Ternyata masih banyak aplikasi populer yang&#13;
meminta izin sensitif yang sebenarnya sangat berisiko bagi privasi pengguna.&#13;
Namun, ada juga contoh yang sangat bagus seperti Google Gemini yang tercatat&#13;
nggak minta izin berbahaya sama sekali, serta aplikasi Identitas Kependudukan&#13;
Digital (IKD) yang punya tingkat kerentanan sangat rendah. Dari sini, skripsi ini&#13;
menyimpulkan bahwa mengecek keamanan aplikasi itu nggak cukup kalau cuma&#13;
pakai cara otomatis, peneliti perlu memvalidasinya secara manual lewat kode&#13;
sumbernya agar hasilnya lebih jujur. Intinya, sebagai pengguna harus lebih teliti&#13;
soal izin aplikasi, dan pengembang pun harus lebih bijak dalam meminta akses&#13;
data demi menjaga keamanan privasi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">000 Ilmu komputer, informasi dan pekerjaan umum</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-12-22</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas AMIKOM Yogyakarta;Fakultas Ilmu Komputer</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>